Suara.com - Warganet Indonesia menuangkan rasa resah mereka terhadap skandal korupsi yang terjadi di Tanah Air dengan membuat Klasemen Liga Korupsi Indonesia.
Di berbagai media sosial, postingan tentang Klasemen Liga Korupsi Indonesia ini mendapat perhatian besar.
Klasemen Liga Korupsi Indonesia sudah muncul sejak tahun lalu, dan kini kembali ramai menjadi topik perbincangan di dunia maya. Hal ini dipicu mencuatnya kasus dugaan korupsi minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang diungkap oleh Kejaksaan Agung.
Dugaan kasus korupsi ini dikatakan telah merugikan negara sebesar Rp193,7 triliun. Kasus ini sendiri telah berlangsung selama 2018-2023. Total ada sembilan tersangka yang telah ditetapkan Kejaksaan Agung hingga Kamis (27/02/2025).
Baca Juga: Komisi XII DPR Sidak ke Sejumlah SPBU di Cibubur Imbas Isu Pertamax Oplosan
Sembilan orang tersangka ini berhasil meroketkan kasus mereka menjadi urutan kedua sebagai skandal paling merugikan di Indonesia. Temuan pada kasus ini adalah adanya praktik mengoplos BBM Pertamina. Praktik ini melibatkan PT Pertamina Patra Niaga yang melakukan pembelian BBM RON 92, padahal sebenarnya yang dibeli hanya RON 90 atau bahkan lebih rendah.
Kembali ke pembahasan klasemen Liga Korupsi Indonesia, kira-kira siapa yang menempati urutan pertama?
Posisi lima besar Klasemen Liga Korupsi Indonesia
Posisi teratas dalam Klasemen Liga Korupsi Indonesia masih dipegang oleh tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan PT Timah yang berhasil merugikan negara sebesar Rp300 triliun. Kasus ini sempat menghebohkan Tanah Air pada awal tahun 2024 lalu. Setidaknya, ada 23 orang tersangka yang ditetapkan dalam izin tambang PT Timah hingga akhir 2024 lalu.
Posisi kedua dipegang oleh kasus dugaan korupsi minyak mentah seperti yang telah dibahas di awal. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh skandal korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang terjadi pada saat Indonesia tengah menghadapi krisis monter akhir 1990-an. Kerugian kasus ini mencapai Rp138 triliun.
Baca Juga: Profil Fitra Eri: Mantan Pebalap Dipuji usai Tolak Tawaran 'Bela' Pertamina
Pada urutan keempat ada kasus penyerobotan lahan PT Duta Palma Group dengan luas lahan yang diserobot mencapai 37.095 hektar di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. PT Duta Palma Group milik Surya Darmadi ini mengelola lahan tersebut untuk perkebunan kelapa sawit sepanjang 2003-2022. Kerugian negara atas kasus ini mencapai Rp78 triliun.
Urutan terakhir alias urutan kelima dalam Klasemen Liga Korupsi Indonesia ditempati oleh kasus korupsi kondentas migas PT Trans Pasific Petrochemical Indonesia (TPPI). Kerugian negara yang diakibatkan oleh kasus ini mencapai Rp37,8 triliun.
Kontributor : Rizky Melinda