Suara.com - Kurma merupakan buah yang berasal dari pohon palem kurma (Phoenix dactylifera) yang banyak tumbuh di daerah Timur Tengah dan Afrika Utara.
Buah ini dikenal dengan rasa manisnya yang khas dan teksturnya yang lembut hingga sedikit kenyal, tergantung jenis dan tingkat kematangannya.
Kurma sering dikonsumsi baik dalam bentuk segar maupun kering, dan telah menjadi bagian penting dalam budaya serta pola makan di banyak negara, terutama sebagai makanan pembuka puasa di bulan Ramadan.
Ternyata, kurma juga memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil berkat kandungan nutrisinya yang kaya, seperti gula alami, serat, vitamin, dan mineral. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Sumber Energi Alami
Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh, sehingga membantu ibu hamil mengatasi kelelahan dan menjaga stamina selama kehamilan.
2. Mencegah Anemia
Kurma kaya akan zat besi, yang penting untuk meningkatkan produksi hemoglobin dan mencegah anemia, kondisi yang sering dialami ibu hamil.

3. Mendukung Pencernaan
Kandungan serat dalam kurma membantu mencegah sembelit, yang sering menjadi keluhan selama kehamilan karena perubahan hormon dan tekanan rahim.
4. Memperkuat Tulang dan Gigi
Kurma mengandung kalsium dan magnesium yang baik untuk perkembangan tulang janin serta menjaga kesehatan tulang ibu.
5. Mempermudah Persalinan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurma pada trimester akhir kehamilan dapat membantu memperlancar persalinan. Kurma diduga merangsang kontraksi rahim dan mengurangi kebutuhan akan induksi persalinan.
6. Kaya Antioksidan
Kurma mengandung antioksidan seperti vitamin A dan C yang membantu meningkatkan imunitas ibu hamil dan melindungi tubuh dari radikal bebas.
Ibu hamil bisa mengonsumsi kurma dalam jumlah wajar, misalnya 6-7 butir per hari, untuk mendapatkan manfaatnya tanpa kelebihan gula.
Tentu saja konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap disarankan untuk menyesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.