Suara.com - Publik belakangan dibuat geram karena kasus korupsi Pertamina yang merugikan negara sebanyak Rp193,7 triliun. Di mana modusnya adalah Pertamina mengoplos RON 90 (pertalite) menjadi RON 92 (pertamax).
Di tengah skandal korupsi Pertamina, berikut akan dijabarkan pandangan Alquran tentang korupsi. Hal ini pernah dijelaskan oleh Prof. Dr. AG. K.H. Al-Habib Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A. alias Quraish Shihab.
Penjelasan tersebut disampaikan Quraish Shihab dalam video YouTube Najwa Shihab berjudul "Korupsi menurut Alquran". Quraish Shihab menyampaikan penjelasan usai ditanya oleh sang putri dalam segmen "Shihab Shihab".
"Kalau kita bicara korupsi spesifik dalam Alquran. Adakah terminologi yang tidak sama persis, tapi maksunya itu?" tanya Najwa Shihab, seperti dilansir dari YouTube pada Kamis (27/2/2025).
Baca Juga: Modus Pejabat Pertamina Bikin Negara Bayar Mahal untuk Impor BBM Kualitas Rendah
Pertanyaan tersebut dijawab oleh Quraish Shihab dengan menjelaskan turunnya QS. Ali-Imran ayat 161 pada saat Perang Badar. Di mana Nabi Muhammad SAW dituduh menjadi dalang di balik hilangnya harta rampasan perang berupa permadani. Bunyi QS Ali-Imran ayat 161 adalah:
"Wa mâ kâna linabiyyin ay yaghull, wa may yaghlul ya'ti bimâ ghalla yaumal-qiyâmah, tsumma tuwaffâ kullu nafsim mâ kasabat wa hum lâ yudhlamûn."
"Ada. Suatu ketika dalam riwayat, dalam peperangan Badar ada kehilangan permadani. Ada yang berbisik, 'Oh itu Nabi yang ambil'. Turun ayat di surat Ali-Imran, 'Wa mâ kâna linabiyyin ay yaghull'. (Artinya) 'Tidak bisa terjadi bahwa Nabi itu berkhianat'," jelas Quraish Shihab.
"'Siapa yang berkhianat', konteksnya mengambil ini. 'Siapa yang berkhianat, dia akan datang di hari kemudian membawa apa yang dikhianatinya'. Sebenarnya korupsi itu pengkhianatan, karena seorang seorang diberi amanah pelihara ini, gunakan ini pada tempatnya dan sebagainya, dia mengambilnya. Tidak menggunakannya. Dia berkhianat," imbuhnya.
Quraish Shihab melanjutkan penjelasannya dengan menyampaikan gambaran yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW. Di mana Rasulullah mengambil contoh orang yang berkhianat mengambil kambing yang bukan haknya. Orang yang berkhianat ini nantinya akan dihukum dengan membawa apa yang ia khianati.
Baca Juga: Daftar 7 Aktor yang Ikut Bancakan Rp 193 Triliun dari Korupsi Minyak Mentah Pertamina Patra Niaga

"Nabi mengilustrasikan, ada orang yang berkhianat diberi amanat untuk memelihara kambing, diambilnya satu. Dia akan datang di 'hari kemudian' menggendong kambingnya, diambilnya apa pun. Bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa orang yang korupsi itu, yang berkhianat itu diminta untuk mengembalikan di 'hari kemudian' apa yang diambilnya," tutur cendekiawan ilmu Al Qur'an tersebut.
"Orang itu berkata, 'Oh sudah hilang wahai, Tuhan'. Dikatakan, 'Coba lihat itu di bawah, barangkali di sana'. Maka dia lihat di bawah apa yang pernah dikorupsinya. Dia disuruh turun, ambil. Maka turunlah dia untuk mengambilnya. Lalu diangkat dengan sangat berat. Sampai di puncak, sudah mau sampai di daratan, dia jatuh. Barangnya jatuh, begitu seterusnya, seterusnya," tegasnya.
Menurut Quraish Shihab, hal itu terjadi bukan hanya sebagai siksaan bagi orang yang berkhianat atau korupsi, tapi juga pelecehan. Menteri Agama Indonesia era Presiden Soeharto itu bahkan menegaskan bahwa koruptor harus dilecehkan.
"Jadi itu penyiksaan yang digambarkan?" tanya Najwa Shihab meminta penjelasan.
"Penyiksaan, iya. Penyiksaan sekaligus pelecehan terhadapnya. Jadi ini koruptor sebenarnya harus dilecehkan," kata Quraish Shihab menegaskan di akhir video.