Buntut Skandal Korupsi Pertamina, Viral Video SPBU 'Kuning' Kini Diserbu Masyarakat: Bentuk Kekecewaan?

Kamis, 27 Februari 2025 | 09:54 WIB
Buntut Skandal Korupsi Pertamina, Viral Video SPBU 'Kuning' Kini Diserbu Masyarakat: Bentuk Kekecewaan?
Buntut Skandal Korupsi Pertamina, Viral Video SPBU 'Kuning' Kini Diserbu Masyarakat (TikTok)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Skandal korupsi yang mengguncang Pertamina baru-baru ini telah memicu gelombang kekecewaan yang besar di tengah masyarakat. 

Ketidakpuasan terhadap perusahaan milik negara tersebut tidak hanya terlihat dalam diskusi publik, tetapi juga dibuktikan dengan tindakan nyata.

Kini semakin banyak warga yang memilih untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dari SPBU Shell, pesaing utama Pertamina.

Fenomena ini semakin jelas ketika video-video di TikTok menampilkan antrean panjang di SPBU Shell, yang seolah menjadi simbol protes diam-diam dari masyarakat. 

Baca Juga: Beli Pentol di Pinggir Jalan, Perilaku Selvi Ananda Dibandingkan Dengan Kades Viral

Salah satu video yang dibagikan akun TikTok @yosuasep yang viral memperlihatkan antrean kendaraan di SPBU Shell. Hal tersebut jauh berbeda dari kondisi SPBU tersebut sebelum kasus korupsi Pertamina mencuat ke publik.

Di mana, SPBU perusahaan minyak yang berpusat di Inggris ini biasanya memang terlihat lengang. 

"POV warga Konoha tidak bercerita, tiba-tiba pindah ke Kerang," tulis video tersebut seolah merupakan sebuah sindiran kreatif yang menggambarkan bagaimana masyarakat memilih untuk bertindak tanpa banyak bicara.

Video ini pun menjadi sorotan publik hingga mengundang berbagai respon dari netizen di media sosial.

"Shell and Bca : do nothing, but still WIN," kata @kin****.

Baca Juga: Beri Materi Retreat di Magelang, Video Gibran Beredar Tanpa Suara Bikin Curiga: Potensi Dubbing Ini Sih

"Pake pertamax isi 25 cuman bisa 2 hari, pake shell super bisa 4 hari, rute sama," tambah @rlu****.

"Shell tinggal bikin iklan, 'sepenuh hati menjaga kualitas terbaik untuk kendaraan anda'," ungkap @hal****.

"Logika aja wkwkwk, shell udah expansi ke negara mana mana, sedangkan pertamina baru disini doang, masih percaya aja ama pemerintah, dimana mana kalau yang ngelola swasta pasti selalu beres," tulis @rah****.

Skandal korupsi di tubuh Pertamina menambah panjang daftar kasus penyalahgunaan wewenang di perusahaan BUMN. 

Kasus ini bukan hanya mencoreng reputasi Pertamina, tetapi juga melukai kepercayaan masyarakat karena adanya isu pengoplosan bahan bakar.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Abdul Qohar mengatakan kasus dugaan korupsi ini membuat negara merugi lebih dari Rp193 triliun.

"Adanya beberapa perbuatan melawan hukum tersebut telah mengakibatkan adanya kerugian keuangan negara sekitar Rp193,7 triliun yang bersumber dari berbagai komponen," kata Qohar dalam konferensi pers pada Senin (24/2) malam.

"Yang pertama kerugian ekspor minyak mentah dalam negeri, kemudian kerugian impor minyak mentah dalam melalui broker, kerugian impor BBM melalui broker, kerugian pemberian kompensasi dan kerugian karena pemberian subsidi karena harga minyak tadi menjadi tinggi," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI