Suara.com - Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding dan KKKS tahun 2018-2023. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) bersama 6 orang lainnya pada Senin (24/02/2025).
Peran Riva sebagai dalang dalam kasus Pertamax oplosan ini juga cukup penting. Pasalnya, Riva melakukan kegiatan melawan hukum dengan memenangkan broker minyak mentah dan produk kilang yang bekerjasama dengan Pertamina.
Bahkan, Riva diduga juga menjadi pencetus ide untuk mengoplos RON 90 menjadi RON 92. Akibat tindakannya, negara dikabarkan merugi hingga Rp193 triliun.
Riva sendiri bukanlah orang sembarangan di lingkup organisasi perusahaan Pertamina. Sosoknya sudah hampir 17 tahun berkarier di Pertamina. Bahkan, ia juga memiliki riwayat pendidikan dan karir yang cukup mentereng.
Baca Juga: Erick Thohir Mau Panggil Petinggi Pertamina Imbas Kasus Korupsi BBM Oplosan
Lalu, seperti apa riwayat pendidikan dari Riva Siahaan? Simak inilah selengkapnya.
Riwayat pendidikan Riva Siahaan

Riva Siahaan memiliki latar pendidikan yang cukup mentereng. Menyandur dari akun Linkedin-nya, ia merupakan alumni dari Universitas Trisakti Jakarta dengan gelar Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis pada tahun 1999 silam.
Pasca lulus dari Universitas Trisakti, Riva melanjutkan pendidikan magister di Oklahoma City University, Oklahoma, Amerika Serikat pada tahun 2001. Ia mengambil S2 jurusan Master of Business Administration yang berfokus pada pengembangan bisnis di bidang IT.
Riva berhasil meraih gelar MBA pada tahun 2003 dan kembali ke Tanah Air. Sekembalinya ke Indonesia, Riva sempat berkarier sebagai Account Manager di Matari Advertising Jakarta.
Baca Juga: 4 Ciri-Ciri Pertamax Oplosan, Apa Dampak Buruk untuk Motor dan Mobil?
Ia juga sempat menjabat sebagai Assistant Account Director di TBWA Indonesia sejak tahun 2005-2008. Sosoknya sukses menembus Pertamina pada 2008. Kala itu, ia menjabat sebagai Key Account Officer sejak September 2008.
Riva pun berkarier di Pertamina dan anak perusahaannya, seperti Pertamina Energy Services Pte. Ltd., PT Pertamina International Shipping, dan PT Pertamina Patra Niaga.
Namun sayangnya, nama baik Riva justru tercoreng setelah terlibat dalam kasus korupsi Pertamina yang merugikan negara ratusan triliun rupiah.
Kontributor : Dea Nabila