Apa Itu Ayah Baptis? Hubungan Agnez Mo dan Pengusaha 9 Naga Tomy Winata Terungkap, Ahmad Dhani Bilang Sombong!

Riki Chandra Suara.Com
Rabu, 26 Februari 2025 | 13:43 WIB
Apa Itu Ayah Baptis? Hubungan Agnez Mo dan Pengusaha 9 Naga Tomy Winata Terungkap, Ahmad Dhani Bilang Sombong!
Kolase Tomy Winata dan Agnez Mo. [Dok. Istimewa]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Nama Tomy Winata kembali menjadi perbincangan publik setelah terseret dalam konflik antara Agnez Mo dan Ahmad Dhani. Persoalan ini mencuat ketika Ahmad Dhani menyebut bahwa Agnez Mo menghubungi salah satu pengusaha yang disebut-sebut sebagai bagian dari kelompok 9 Naga di Indonesia.

Tomy Winata dikenal sebagai salah satu figur yang kerap dikaitkan dengan kelompok 9 Naga. Diketahui, Tomy Winata adalah ayah baptis dari Agnez Mo, sebuah fakta yang sempat diungkapkan oleh penyanyi tersebut pada 2021.

Keduanya pun pernah bekerja sama dalam pembangunan klinik vaksin Covid-19 yang dilengkapi dengan ambulans, ruang gawat darurat, dan laboratorium.

Sejak namanya kembali dikaitkan dengan 9 Naga, sosok Tomy Winata semakin banyak dicari oleh publik. Istilah 9 Naga sendiri merujuk pada sekelompok pengusaha besar keturunan Tionghoa yang memiliki pengaruh signifikan dalam dunia bisnis di Indonesia. Konsep ini mulai dikenal sejak era Orde Baru, ketika hubungan antara pengusaha dan pemerintah sangat erat dalam pembangunan ekonomi.

Perseteruan Agnez Mo dan Ahmad Dhani terjadi di tengah kasus hak cipta yang menimpa musisi Ari Bias. Agnez Mo diduga membawakan lagu "Bilang Saja" tanpa izin, yang membuatnya harus menghadapi gugatan dengan tuntutan denda sebesar Rp 1,5 miliar.

Ahmad Dhani juga menyebut Agnez sosok yang sombong karena tidak mau meminta maaf atas kesalahannya. Justru ketika bermasalah, Agnez Mo menghubungi orang level atas seperti Tomy Winata yang ternyata ayah baptisnya.

Lantas, apa itu ayah baptis?

Mengutip dari berbagai sumber, dalam tradisi Katolik, ayah baptis atau wali baptis memiliki peran penting sebagai pendamping rohani bagi seseorang yang akan dibaptis. Seorang ayah baptis ditunjuk untuk membimbing serta mendukung kehidupan iman baptisan agar tetap berjalan sesuai ajaran gereja.

Sebelum ditunjuk, ayah baptis sebaiknya dikenal baik oleh keluarga calon baptis. Selain itu, dalam pembaptisan orang dewasa, wali baptis bertugas mendampingi serta memberikan dukungan dalam perjalanan iman calon baptis.

Dalam perspektif Katolik, peran wali baptis lebih dominan dalam pembaptisan orang dewasa. Biasanya, terdapat dua pendamping dalam proses ini, yakni penjamin dan wali baptis.

Penjamin memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa calon baptis benar-benar siap secara rohani. Sementara itu, wali baptis bertugas mendampingi calon baptis selama prosesi pembaptisan dan masa setelahnya.

Seorang ayah baptis harus membantu calon baptis dalam memahami ajaran Injil serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, wali baptis juga memiliki peran untuk mendukung dan memberikan bimbingan dalam menghadapi keraguan atau tantangan iman.

Pembaptisan dalam Katolik merupakan sakramen yang menandai penerimaan seseorang ke dalam komunitas gereja. Sesuai dengan ajaran gereja, iman seseorang harus terus berkembang setelah dibaptis. Oleh karena itu, kehadiran ayah baptis sangat penting dalam memastikan pertumbuhan iman yang berkelanjutan.

Dalam perjalanan kehidupan rohani, seorang baptisan akan menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, wali baptis bertugas untuk terus memperhatikan dan memberikan bimbingan kepada baptisan agar tetap kuat dalam iman. Dengan demikian, peran wali baptis bukan hanya sebatas formalitas dalam prosesi pembaptisan, tetapi juga menjadi pendamping spiritual dalam jangka panjang.

Tidak semua orang dapat ditunjuk sebagai ayah baptis. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan aturan gereja Katolik, di antaranya:

- Ditunjuk langsung oleh calon baptis, orang tua baptisan, atau pastor paroki.
- Berusia minimal 16 tahun, kecuali ada pengecualian dari Uskup Diosesan atau Pastor Paroki.
- Seorang Katolik yang telah menerima sakramen Krisma dan Ekaristi.
- Tidak terkena hukuman kanonik yang dijatuhkan oleh gereja.
- Bukan orang tua kandung dari calon baptis.
- Selain persyaratan di atas, wali baptis juga harus memiliki kehidupan iman yang baik serta bersedia membimbing baptisan secara rohani.
- Persyaratan Administratif Menjadi Ayah Baptis

Untuk menjadi ayah baptis, terdapat beberapa dokumen yang harus dipenuhi, antara lain:
- Fotokopi Surat Baptis (bukti sudah dibaptis dalam gereja Katolik).
- Fotokopi Surat Krisma (bukti kedewasaan iman).
- Fotokopi Surat Perkawinan (jika sudah menikah) serta keterangan tidak dalam kondisi terhalang secara legitim.
- Surat kesediaan dan kesanggupan untuk membimbing serta mendukung baptisan dalam doa dan kehidupan iman.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI