Suara.com - Kritikus musik Amerika Serikat, Anthony Fantano memberikan sorotan tajam terhadap kasus dugaan pembungkaman karya seni musik terhadap band punk asal Purbalingga, Sukatani. Ini setelah Sukatani meminta maaf kepada Kapolri karena menyanyikan lagu Bayar Bayar Bayar.
Melalui akun X resminya, @theneedledrop, Anthony Fantano menegaskan bahwa melakukan sensor lagu yang isinya menentang polisi korup adalah tindakan yang tidak baik. Ia memberikan pendapatnya sambil me-retweet cuitan akun Indonesian Pop Base yang mengabarkan jika lagu Bayar Bayar Bayar sudah dihapus dari Spotify.
"Sensor di tengah band yang bersuara menentang korupsi polisi: TIDAK BAIK," tulis Anthony Fantano dalam cuitannya seperti dikutip Suara.com, Sabtu (22/2/2025).

Opini Anthony Fantano langsung menuai atensi besar dari warganet Indonesia dan dunia. Cuitannya sudah mendapatkan lebih dari 46 ribu kali dan di-retweet 17 ribu kali.
Mengenai itu, menarik untuk melihat profil dan perjalanan karier Anthony Fantano, sosok jenius di balik The Needle Drop.
Profil Anthony Fantano

Anthony Fantano adalah penulis dan jurnalis yang mendirikan The Needle Drop. Dalam kariernya, ia dikenal sebagai kritikus musik paling kontroversial di YouTube.
Namun yang menarik, Fantano sudah mengumpulkan lebih dari 4 juta subscribers di semua saluran YouTube-nya sejak meluncurkan Needle Drop pada 2007 silam. Akun YouTube miliknya juga sudah mendapatkan lebih dari 1 miliar penayangan.
Pria kelahiran Connecticut, New England, ini senang mengulas musik genre rock, pop, elektronik, metal, hip hop, dan eksperimental. Ia memiliki slogan yang memang menunjang kariernya sebagai penikmat musik, yaitu "Penggila Musik Tersibuk di Internet."
Baca Juga: Kemarin Lukisan Yos Suprapto Kini Lagu Sukatani Dibredel, DKJ: Ada Upaya Sistematis
Pria keturunan Sisilia-Amerika ini menghabiskan sebagian besar masa remajanya di Wolcott, New Haven. Ia adalah penggemar mantan penyanyi utama Dead Kennedys, Jello Biafra.