Profil Pandu Sjahrir, Keponakan Luhut yang Diisukan Bakal Jadi Petinggi Danantara

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Kamis, 20 Februari 2025 | 17:44 WIB
Profil Pandu Sjahrir, Keponakan Luhut yang Diisukan Bakal Jadi Petinggi Danantara
Pandu Sjahrir.
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Nama Pandu Sjahrir santer diberitakan akan mendapat kesempatan untuk menduduki kursi petinggi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang kini tengah digodok oleh pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Setelah ditelusuri, Pandu Sjahrir masih satu kerabat dengan sosok Luhut Binsar Pandjaitan. Keponakan Luhut ini kekinian mendapat panggilan dari Presiden Prabowo ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Ia datang bersama Menteri Investasi Rosan Roeslani. Tak cukup di situ, Pandu juga kedapatan mengikuti rapat pembiayaan program 3 juta rumah di kantor Bank Indonesia (BI).

Pandu Sjahrir bukan sosok yang kaleng-kaleng terlepas status kekeluargaannya dengan Luhut. Ia telah memegang segudang jabatan strategis di pemerintahan.

Berikut profil Pandu Sjahrir yang diisukan bakal pimpin Danantara.

Founding Partner AC Ventures Pandu Sjahrir. [Antara]
Founding Partner AC Ventures Pandu Sjahrir. [Antara]

Pandu Sjahrir:  Putra ekonom era SBY

Pebisnis bernama lengkap Pandu Patria Sjahrir ini adalah putra dari Sjahrir (ekonom) dan Nurmala Kartini Sjahrir. Nurmala tak lain adalah adik dari Luhut Binsar Panjaitan, sehingga menjadikan Pandu Sjahrir keponakan sosok mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) itu.

Pria yang lahir 17 Mei 1979 di Boston, Amerika Serikat ini telah banyak mengambil jabatan bergengsi di berbagai lembaga.

Sebelum berkarier dan jadi sosok yang mentereng, Pandu terlebih dahulu menyelesaikan perjalanan studinya. Ia tercatat sebagai alumnus sekolah sekelas SMA yakni Phillips Academy Andover, Massachusetts di Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Luhut Soal Kritik Danantara: Mau Sempurna? Ke Surga Saja!

Tak ingin pulang ke Indonesia tanpa gelar sarjana, ia kuliah di Universitas Chicago dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi. Ia tak puas dengan gelar sarjana tersebut dan memilih untuk menetap di Amerika untuk kuliah di Stanford Graduate School of Business.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI