Suara.com - Film berjudul La Tahzan disorot lantaran dianggap bersinggungan dengan istilah Islam. Hal ini salah satunya diungkap oleh pendakwah Hilmi Firdausi.
Pendakwah Hilmi Firdausi berkomentar soal film tema perselingkuhan yang diberi judul La Tahzan. Menurutnya La Tahzan kurang pantas dijadikan judul pada film tersebut.
"Kata Laa Tahzan ada dalam Al-Qur'an QS. At Taubah ayat 40. Sangat tidak pantas dipakai untuk judul film dengan poster berilustrasikan perselingkuhan," ungkap Ustaz Hilmi dalam unggahan di akun X miliknya, Kamis (20/2/2025).
"Mohon pihak-pihak yang punya otoritas untuk mengingatkan hal ini," imbuhnya.
Diketahui La Tahzan sendiri merupakan film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. La Tahzan mengisahkan tentang perempuan bernama Alina yang diselingkuhi suaminya yakni Reza.
Reza berselingkuh dengan asisten rumah tangganya sendiri yakni Asih. Peselingkuhan keduanya berlangsung lama hingga terjadi kehamilan dan Alina dipaksa merestui suaminya menikahi Asih.

Lalu apa makna La Tahzan?
Seperti yang diungkap oleh Ustaz Hilmi, La Tahzan sendiri adal dalam Al-Qur'an QS. At Taubah ayat 40. Pada ayah tersebut ada sepenggal kalimat berbunyi: lā taḥzan innallāha ma'anā yang berarti 'Jangan engkau bersedih, sesungguhya Allah bersma kita'.
Surat At Taubah ayat 40:
Baca Juga: Kang Ha Neul Kejar Pembunuh Berantai Secara Live di Film Thriller Baru
اِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّٰهُ اِذْ اَخْرَجَهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ثَانِيَ اثْنَيْنِ اِذْ هُمَا فِى