"Di Danantara uang Rp 150 triliun itu dijadikan 'modal' untuk "mencari" investor senilai Rp1.000 triliun. Maka di Danantara uang Rp150 triliun bisa dipakai membangun proyek senilai Rp1.000 triliun," paparnya.
Meski demikian, Dahlan Iskan mengingatkan hal itu bisa terwujud asalkan pengelola Danantara kompeten. Jika tidak, yang terjadi malah kerugian besar.
"Itu tafsir saya. Mungkin begitu. Itu pun kalau pengelola Danantara mampu melakukan itu. Jangan-jangan sebaliknya: uang Rp150 triliun tersebut amblas," pungkas Dahlan Iskan.