Sesat pikir adalah bagaimana seseorang salah mengambil kesimpulan dalam sebuah argumen atau debat.
Seorang juga dapat jatuh dalam sesat pikir ketika ia membela argumen atau pendapatnya dengan mengalihkan fokus dari poin pendapatnya ke hal lain.
Beberapa mendefinisikan sesat pikir sebagai upaya yang salah saat seseorang membela pendapatnya dengan tak fokus memperkuat argumennya.
Sebagai contoh, seseorang jatuh ke sesat pikir ketika ia menyerang orang yang berdebat dengannya dengan mengungkit hal-hal yang tak relevan dengan pendapatnya.
Ia akan mengungkit fisik, atau latar belakang sosial lawan debatnya, seperti mengungkit agama, suku, maupun usia. Latar belakang sosial tersebut digunakan untuk menyalahkan argumen si lawan debat, misalkan seorang tak menerima argumen orang lain karena ia adalah anggota suku tertentu.
Sesat pikir semacam ini sering disebut dengan sesat pikir ad hominem.
Ciri-ciri sesat pikir: Prabowo terjebak salah satunya?
Selain sesat pikir ad hominem, ada sesat pikir lainnya yang membuat orang-orang membuat kesimpulan yang tak valid.
Ada pula sesat pikir ad baculum, yakni menggunakan ancaman untuk membuat seseorang menerima kesimpulan. Ancaman tersebut bisa berupa serangan verbal atau makian.
Baca Juga: Gibran Vs Prabowo di Pilpres 2029? Pengamat: Sangat Realistis!
Tak heran jika Prabowo dinilai terjebak dalam sesat pikir. Pasalnya, alih-alih ke membela kebijakannya dengan data, ia melontarkan hinaan berupa ndasmu kepada orang-orang yang mengkritik kebijakannya.