Suara.com - Betrand Peto kini diketahui berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Tanah Air. Remaja yang biasa dipanggil Onyo ini mendapatkan uang saku yang kabarnya setara dengan UMR Jakarta.
Kendati demikian, Betrand mengaku malah jarang membeli jajan di kampus lantaran Sarwendah, sang Bunda, kerap membawakan bekal untuk ia santap. Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh Betrand saat menjadi bintang tamu dalam acara yang dipandu Irfan Hakim dan Mpok Alfa di Trans 7.
"Iya, jadi aku di kampus enggak pernah keluarin duit untuk jajan. Dikasih uang jajan tapi aku simpen doang," ujar kakak dari Thania dan Thalia ini.
Meski jarang membeli jajan di kampus, ternyata uang saku Betrand Peto saat ini diketahui memiliki nilai yang cukup fantastis. Sarwendah membeberkan bahwa Betrand diberi uang saku bulanan, bukan harian. Uang sakunya diperkirakan setara UMR Jakarta yang diketahui berada di kisaran Rp5 jutaan.
"Pokoknya UMR lah, uang jajannya dia. Dan menurut aku kan uang jajannya dia enggak termasuk bensin, e-toll, apapun. Buat jajannya dia doang. Dan aku ngajarin dia gimana cara ngatur uangnya," ujar Sarwendah pada kesempatan yang sama.
Baca Juga: Ditanya soal Ruben Onsu dan Desy Ratnasari, Sarwendah Pilih Jaga Mental Anak-anak
Rupanya Betrand Peto berkuliah di University of Jakarta International (UNIJI). Penasaran berapa biaya kuliahnya dengan uang jajan yang diasumsikan setara UMR Jakarta tersebut?
Biaya Kuliah Betrand Peto
Betrand Peto diketahui lulus SMA pada Juni 2024 lalu dan kini resmi menyandang status mahasiswa Fakultas Manajemen dengan fokus studi Industri Hiburan dan Kreatif di University of Jakarta International (UNIJI). Kampus ini ternyata bukan kampus sembarangan, melainkan salah satu kampus top bertaraf internasional di Tanah Air.
Tak heran jika Betrand Peto dan mahasiswa UNIJI lainnya harus merogoh kocek yang tak sedikit untuk berkuliah di kampus ini. Biaya SPP yang harus dibayarkan oleh para mahasiswa UNIJI pada semester 1, 2, 4, 5, 7, dan 8 dikabarkan sekitar Rp12,5 juta per semesternya. Sementara itu, semester 3 dan 6 dikenakan biaya sebesar Rp8 juta per semesternya.
Selain SPP, masih ada biaya tambahan lainnya yang harus dibayarkan. Biaya ini meliputi biaya fasilitas sebesar Rp5,5 juta serta biaya laboratorium sebesar Rp2 juta tiap semesternya. Ada pula biaya yang dibayarkan satu kali di awal sebagai biaya pendaftaran, yakni sebesar Rp500 ribu.
Baca Juga: Uang Jajan Setara UMR Jakarta, Betrand Peto Malah Ngaku Jarang Jajan di Kampus
Tak hanya sampai di situ, masih ada biaya tambahan lainnya antara lain biaya sertifikasi DMI senilai Rp5,5 juta, biaya wisuda Rp3 juta (dapat berubah sewaktu-waktu), biaya SKS tambahan mulai dari Rp1,042 juta per SKS (dapat berubah sewaktu-waktu), serta jaket almamater senilai Rp400 ribu. Biaya terbesar adalah biaya pengembangan sebanyak Rp60 juta.
Kontributor : Rizky Melinda