Suara.com - Brandon Scheunemann, pemain belakang muda berbakat, baru saja bergabung dengan Arema FC pada bursa transfer paruh musim Liga 1 2024/2025. Pemain berusia 19 tahun ini sebelumnya bermain untuk PSIS Semarang. Lantas, Brandon Scheunemann anak siapa?
Kedatangan Brandon di Arema FC diharapkan dapat memperkuat lini belakang tim Singo Edan yang sedang membutuhkan pemain tambahan setelah sejumlah cedera pada pemain utama. Pemain blasteran Jerman itu dikontrak selama dua tahun.
Dengan rekam jejak yang terus berkembang, keputusan Brandon untuk bergabung dengan Arema FC adalah langkah penting dalam perjalanan kariernya.
Profil Brandon Scheunemann
Brandon lahir di Malang pada 9 Maret 2005. Meskipun memiliki keturunan Jerman, Brandon fasih berbahasa Jawa, karena keluarga Scheunemann telah tinggal di Indonesia sejak tahun 1950.
Brandon Scheunemann merupakan anak dari Timo Scheunemann, mantan pelatih Timnas Putri Indonesia. Sejak kecil, sepak bola sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup Brandon, mengingat ayahnya merupakan seorang pelatih sepak bola.
Timo Scheunemann merupakan sosok yang selalu memberikan arahan dan dukungan kepada putranya dalam perjalanan karier sepak bolanya. Sebagai seorang pelatih, Timo sangat menyadari bahwa usia 18-21 tahun adalah masa krusial bagi seorang pemain muda untuk mendapatkan kesempatan bermain yang cukup.
Tanpa hal itu, karier seorang pemain bisa terhenti sebelum sempat berkembang. Oleh karena itu, Timo mendukung penuh keputusan Brandon untuk bergabung dengan Arema.
Perjalanan Karier
Meskipun memiliki ayah seorang pelatih, Brandon tidak mendapatkan jalur pintas dalam karier sepak bolanya. Ia harus memulai dari bawah dan menjalani kompetisi kelompok usia di Malang, sebelum akhirnya bergabung dengan PSIS Semarang dan kini Arema.
Baca Juga: Makan Kacang Hijau saat Hamil Bikin Rambut Anak Lebat, Mitos atau Fakta? Ini Kata Dokter
Karier sepak bola Brandon dimulai pada tahun 2022 bersama PSIS Semarang, di mana ia pertama kali merasakan atmosfer kompetisi Liga 1 Indonesia. Meskipun tampil cukup impresif dalam beberapa kesempatan, ia harus berjuang keras untuk mendapatkan menit bermain yang konsisten.