Kembali ke Era Gus Dur? Warganet Bagikan Cerita Suka Duka Libur Sekolah Satu Bulan Selama Ramadan

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 15 Januari 2025 | 17:38 WIB
Kembali ke Era Gus Dur? Warganet Bagikan Cerita Suka Duka Libur Sekolah Satu Bulan Selama Ramadan
Ilustrasi anak sekolah - Pro Kontra Libur Sekolah Ramadhan: Solusi atau Hambatan Bagi Pendidikan? (Freepik)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Mereka melihat potensi positif dari libur panjang ini, seperti kesempatan untuk beribadah lebih banyak, mengikuti pesantren kilat, atau terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat. Kegiatan seperti tadarus, salat tarawih, dan pengajian menjadi lebih mudah dilakukan tanpa terdistraksi oleh rutinitas sekolah.

2. Membantu Siswa Lebih Fokus Berpuasa dan Menghabiskan Waktu dengan Keluarga

Beberapa testimoni lainnya menyebutkan bahwa libur sekolah selama Ramadan bisa membantu siswa lebih fokus pada kesehatan mereka selama berpuasa, karena mereka tidak perlu menjalani rutinitas sekolah yang dapat membuat tubuh lelah.

Selain itu, libur sebulan penuh memberikan kesempatan untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, yang merupakan hal penting dalam membangun ikatan kekeluargaan.

Sisi Negatif:

1. Kurang Produktif dan Berisiko Ketinggalan Pelajaran

Sebagian besar testimoni dari warganet mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak libur panjang terhadap pendidikan siswa. Dengan libur satu bulan, mereka berisiko kehilangan banyak materi pelajaran, yang nantinya harus dikejar setelah liburan selesai.

Beberapa orang juga merasa khawatir bahwa libur sebulan penuh akan menyebabkan siswa menjadi malas belajar dan kurang produktif. Ada pula yang berpendapat bahwa kegiatan agama tidak harus mengorbankan kegiatan belajar formal, karena ibadah seperti tadarus dan ceramah bisa dilakukan setelah sekolah atau di waktu luang.

2. Menurunkan Semangat Belajar

Baca Juga: Menakar Untung Rugi Libur Sekolah Selama Ramadan: Kalender Akademik Berantakan, Hingga Ancaman Learning Loss

Testimoni lain menekankan potensi risiko kemalasan di kalangan siswa. Bagi sebagian orang, libur panjang justru bisa menyebabkan siswa menghabiskan waktu dengan bermain game atau bersantai tanpa tujuan yang jelas. Ditambah dengan keterbatasan aktivitas sosial di rumah, hal ini bisa menurunkan semangat belajar dan mengurangi efektivitas pendidikan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI