"Kalau ATM disimpan sopirnya karena dulu dia manajer. Saya percaya aja, karena misal setiap kali dia dapat job orang transfer ke rekening itu," sambungnya.
Berdasarkan penuturan Dewi, meski memiliki ATM Pak Tarno selalu menarik uangnya tak lama setelah ditranfer oleh orang yang memberikan pekerjaan. Selepas itu, Pak Tarno membagikan uangnya kepada istri, manajer dan untuk biaya lainnya seperti uang bensin dan tol.
"(Uang) langsung diminta, ditarik duitnya (dari ATM). Lalu dibagiin untuk asisten, sopir, Slamet kan manajer juga, jadi dia dikasih lebihRp300 ribu," kata Dewi.
Sementara itu, Slamet selaku salah satu orang kepercayaan menyebut jika Pak Tarno menyimpan uang di dalam tiga tas yang tidak diketahui oleh sang istri.
"Istrinya gak tahu (uangnya) taruh di sini," kata dia.