Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Para Pendakwah: Gus Miftah dan UAS Beda Pandangan

Husna Rahmayunita Suara.Com
Senin, 23 Desember 2024 | 18:39 WIB
Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Para Pendakwah: Gus Miftah dan UAS Beda Pandangan
Gus Miftah, Ustaz Abdul Somad (Instagram)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Beberapa ulama Mesir seberti Syekh Yusuf Qaradhawi dan Syekh Ali Jumah ternyata sependapat dengan Gus Miftah dan Habib Jafar.

Keduanya menilai mengucapkan selamat Natal dari seorang Muslim ke seorang Kristiani adalah boleh.

Mereka berpegang pada dalil Al Mumtahanah ayat 8 yang menjelaskan tak ada larangan berbuat baik kepada siapa saja, termasuk nonmuslim selagi tidak saling berperang.

Dalil selanjutnya adalah HR Bukhari, nomor: 1356 dan 5657 yang menceritakan kisah kala Nabi Muhammad menjenguk seorang Yahudi.

UAS: Mengucapkan selamat Natal berarti mengaku Isa adalah anak Tuhan

Ustaz Abdul Somad. [Instagram/@ustadzabdulsomad_official]
Ustaz Abdul Somad. [Instagram/@ustadzabdulsomad_official]

Ustaz Abdul Somad alias UAS sebagai ulama kondang Tanah Air ternyata tak sepakat dengan rekan-rekan sesama pendakwah seperti Gus Miftah dan Habib Jafar.

UAS dalam ceramahnya menegaskan bahwa ada tiga konsekuensi kala seorang Muslim mengucapkan selamat Natal yang ternyata memengaruhi iman.

Adapun di dalam pandangan UAS, mengucapkan selamat Natal berarti mengakui Isa lahir pada 25 Desember dan mati di kayu salib seperti yang diyakini oleh umat Kristiani.

"Ketika kau ucapkan selamat Natal, ada tiga konsekuensi. Pertama, kau sudah mengatakan Isa lahir 25 Desember, padahal dia tidak lahir 25 Desember," beber UAS dalam ceramahnya.

Ucapan selamat Natal bagi UAS juga membuat seorang Muslim mengimani status Isa sebagai Anak Tuhan sebagaimana Yesus Kristus dalam iman Kristen.

Baca Juga: Bolehkah Muslim Mengucapkan Selamat Natal? Ini Pandangan Ustaz Felix Siauw

"Berarti kau sudah mengatakan Isa mati di depan salib, padahal Qu'ran mengatakan dia tidak mati di hadapan salib. Ketiga, kau mengucapkan selamat Natal berarti sama artinya dengan kau mengatakan Isa adalah anak Tuhan," lanjut UAS.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI