Alasan lain yang membuat cinta pertama cenderung sulit dilupakan adalah karena cinta merupakan "candu". Hal itu disampaikan oleh Dr. Robin Buckley, seorang Cognitive Behavioral Coach untuk pasangan.
"Beberapa neurotransmitter yang dipicu dalam kecanduan lain juga diaktifkan saat jatuh cinta, seperti endorfin, dopamin, dan serotonin. Otak kita belajat untuk mendambakan pelepasan dan penciptaan neurotransmitter ini," kata Dr. Robin Buckley menjelaskan.
"Seperti halnya kenikmatan pertama seorang pecandu setelah menang judi, kita ingin merasakan kembali 'pertama kali' itu. Inilah salah satu alasan mengapa cinta pertama sulit untuk dilupakan. Otak kita mengingat 'kenikmatan' neurokimia yang terkait dengannya dan menginginkan pengalaman itu kembali," imbuhnya.
Seorang praktisi utama dan pemilik Christian Counseling Austin, Joseph Bordelon, juga menambahkan teori lain di balik cinta pertama yang sulit dilupakan. Ternyata hal itu terjadi karena cinta pertama meninggalkan "jejak" di otak.
"Cinta pertama sulit dilupakan karena meninggalkan 'jejak' di area sensorik otak. Kenangan selama masa remaja meninggalkan jejak horomonal pada saat yang sama ketika perkembangan neurologis membentuk identitas Kamu," jelas Joseph Bordelon.
"Jejak" ini sangat kuat hingga membuatmu dengan mudah teringat akan cinta pertama belasan atau bahkan puluhan tahun lalu hanya karena mendengarkan lagu tertentu. Jadi, itulah penjelasan psikologis di balik fakta bahwa cinta pertama sulit dilupakan.