"Setiap kali ada yang bertanya 'ustaz, honornya berapa?' Saya tegaskan saya gak pernah pasang banderol. Maka jika ada yang mau undang, udanglah tanpa menanyakan banderol," katanya.
UAS lantas mengungkap alasannya tidak mematok tarif ceramah.
"Karena kita (penceramah) memang seharusnya yang mendatangi jamaah karena mereka (jamaah) sudah mau berkumpul dan mengumpulkan orang lain saja sudah cukup, kita tinggal datang, nggak usah gusar," ungkapnya.
Meski begitu, menurut prediksi Social Blade kanal YouTube yang juga dipakai UAS untuk berdakwah memiliki penghasilan sekitar 995 dollar-15.900 dollar. Angka ini sama saja dengan nilai Rp16,2 juta sampai Rp259 juta per bulan.
Kontributor : Trias Rohmadoni