![Saka Tatal [Youtube/Kang Dedi Mulyadi Channel]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/17/95997-saka-tatal.jpg)
Seperti yang diketahui, kasus Vina Cirebon diduga sebagai aksi pembunuhan yang dilakukan oleh beberapa geng motor, salah satunya Saka Tatal.
Saka Tatal bersama keenam temannya diringkus oleh polisi sejak kejadian tersebut, tepatnya pada tahun 2016 silam. Namun, ia mengatakan bahwa kasus tersebut hanyalah berupa rekayasa.
Kematian Vina diduga bukanlah akibat dibunuh oleh geng motor melainkan kecelakaan. Sakal Takal bahkan mengaku bahwa dirinya merupakan korban salah tangkap oleh polisi.
Banyak pula yang menduga jika penangkapan ketujuh terpidana tersebut hanyalah permainan yang dilakukan oleh beberapa pihak penegak hukum.
Meski telah menghirup udara bebas pada 2020 setelah mendapatkan remisi 4 tahun, namun Saka merasa tidak nyaman. Ia juga mengaku masih terganggu dengan banyaknya pemberitaan dan pihak yang mendatangi rumahnya, termasuk polisi.
Karena merasa tidak nyaman dan terganggu, Saka bersama kakaknya memutuskan untuk tinggal di rumah kuasa hukumnya, Titin Prialianti.
Oleh sebab itu, Titin Prialianti selaku kuasa hukum terus berupaya memebersihkan nama kliennya tersebut.
Tak sendiri, dia juga dibantu oleh kuasa hukum dari keenam terpidana lainnya. Diketahui, mereka mengajukan PK kepada Mahkamah Agung.
Namun, pada 16 Desember 2024, pengajuan PK tersebut secara resmi ditolak yang akhirnya membuat seluruh keluarga terpidana kecewa.
Tak hanya kelurga, para kuasa hukum termasuk Titin Prialianti juga merasakan kekecewaan yang begitu mendalam. Ia pun tak kuasa menahan kekecewaannya tersebut yang akhirnya membuat tubuhnya ambruk dan pingsan.