Kemarin Jumat 13 Desember 2024 ramai pembahasan mengenai Friday the 13th yang dikaitkan dengan berbagai mitos. Sejumlah negara mengaitkan hari Jumat tanggal 13 atau Friday the 13th sebagai sebuah hari sial atau pertanda datangnya nasib buruk. Penasaran dengan asal usul Friday The 13th? Yuk, simak ulasan berikut ini.
Suara.com - Sejak dulu, tidak ada yang tahu pasti mengapa Jumat yang jatuh pada tanggal 13 begitu dianggap sebagi momen mengerikan. Namun takhayul negatif tentang Friday the 13th ini mungkin sudah terlanjur menjadi bagian dari budaya turun temurun. Saking dianggap sialnya, beberap orang menghindari penggunaan angka 13 seperti penomoran di lift.
Asal Usul Friday The 13th
Munculnya mitos negatif tetang Friday the 13th sendiri sudah muncul sejak tahun 1900-an di kalangan warga Barat. Dikutip dari laman History, berdasarkan mitos Barat yang dipercayai, Friday the 13th diartikan sebagai hari sial maupun kesialan, ketidakberuntungan, keburukan, atau pertanda adanya nasib buruk. Diperkirakan, mitos ini berasal dari Perjamuan Terakhir, yang dihadiri oleh 13 orang, yaitu Yesus Kristus dan 12 muridnya, tepatnya pada Kamis Maundy.
Momen itu adalah malam sebelum penyaliban Yesus oleh pasukan tentara Romawi pada Jumat Agung. Susunan tempat duduk di Perjamuan Terakhir itu diyakini telah memunculkan sebuah takhayul Kristen yang sudah berlangsung sejak lama bahwa menjamu 13 tamu di meja medapat jadi pertanda buruk.
Tak hanya itu, angka 13 juga dikaitkan dengan sosok Yudas Iskariot, yang dikenal sebagai pengkhianat Kristus. Bahkn, angka 13 juga dinilai tidak sempurna apabila dibandingkan dengan angka 12, yang mewakili jumlah bulan dalam waktu setahun.
Pengaruh Media dan Karya Fiksi
Mitos Friday the 13th sendiri semakin diyakini oleh pemberitaan media massa dan karya fiksi. Salah satu contoh yang paling populer yaitu dibuatnya film horor berjudul ‘Friday the 13th’ yang dirilis pada tahun 1980.
Film ini mengisahkan kehidupan seorang pembunuh berantai bernama Jason Voorhees yang melakukan aksinya pada tangga 13. Serangkaian sekuel hingga adaptasi lainnya lantas makin mempopulerkan mitos ini ke seluruh dunia.
Baca Juga: Sejarah Gelar Kiai, Mengapa Titel yang Disandang Gus Miftah Dianggap Istimewa?
Selain itu, beberapa novel, cerpen, serta acara televisi juga mengangkat tema semacam tentang mitos ini sebagai dasar plot yang mereka buat. Hal ini kemudian membuat persepsi masyarakat terkait hari Jumat tanggal 13 yang membawa kesialan semakin kuat.