Ilmu agama yang dimiliki Gus Islah didapatkan langsung dari kakeknya yang merupakan seorang Kiai di Madura.
Sementara riwayat pendidikan formal, Gus Islah merupakan lulusan SDN Kranggan Timur, Bangkalan, dilanjut ke SMPN 1 Blega dan setelahnya ke SMAN 2 Bangkalan.
Sejak SMA, Gus Islah mengenyam pendidikan agama di Pondok Pesantren Syaikhona Muhammad Kholil, Demangan.
Barulah selepas SMA, ia pergi ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Nasional (Unas) jurusan Sastra Inggris. Selama kuliah, diketahui ia nyambi kerja sebagai wartawan.
Namun, ia juga pernah tersandung masalah hukum yang membuatnya harus menjalani kurungan selama 22 bulan. Selama di jeruji besi, ia menghabiskan waktu dengan membaca banyak buku. Hingga akhirnya setelah keluar dari penjara, ia menulis gagasan serta pemikirannya di media sosial.
Selain itu, ia juga menulis beberapa buku, diantaranya berjudul Hak Asasi Manusia dalam Pandangan Nurcholish Madjid serta Intoleransi dan Radikalisme Kuda Troya Politik dan Agama.
Terakhir, ia didapuk tenaga ahli bidang Pencegahan Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme di institusi Polri.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Baca Juga: Sunhaji Penjual Es Teh dan Keluarga Umrah Usai Diolok Gus Miftah: Bukti Tuhan Itu Adil