Istidraj adalah sebuah istilah dalam agama Islam yang merujuk pada bentuk godaan atau ujian dari Allah yang tampak sebagai suatu keberuntungan atau kesenangan sementara bagi seseorang, tetapi sesungguhnya hal itu dapat menjadi bencana bagi mereka di akhirat. Istidraj berasal dari kata "draj" yang berarti menaikkan secara bertahap.
Dalam konteks ini, istilah ini menggambarkan bagaimana seseorang yang terus-menerus diberikan kenikmatan, harta, atau kesuksesan duniawi tanpa mendapatkan petunjuk atau berkah dari Allah, yang akhirnya membuatnya semakin jauh dari jalan-Nya.
Dalam Al-Qur'an, Allah menjelaskan bahwa istidraj bisa terjadi ketika seseorang tidak sadar bahwa pemberian yang ia terima adalah ujian, bukan berkah yang hakiki.
Misalnya, seseorang yang diberi banyak kekayaan dan kesuksesan tetapi tidak menggunakannya untuk beribadah atau berbuat baik, melainkan malah semakin jauh dari kebaikan. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa Allah membiarkan orang tersebut berada dalam kelalaian hingga mereka mengalami kerugian yang lebih besar di akhirat.
Istidraj sering kali dipahami sebagai bentuk penangguhan hukuman bagi orang-orang yang tidak bertobat dari kesalahannya, atau sebagai cara Allah untuk menunjukkan bahwa kebahagiaan duniawi bukanlah indikator keselamatan atau kebaikan seseorang.
Dalam hal ini, istidraj berfungsi sebagai peringatan bagi umat Islam untuk tidak terjebak dalam godaan dunia, dan untuk senantiasa mengingat tujuan hidup yang sesungguhnya yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih kebahagiaan yang abadi di akhirat.
Kontributor : Dea Nabila