"Orang yang merasa rendah diri, rendah hati, merasa hina, merasa bodoh, masuk ke pondok kemudian dia belajar, diharapkan menjadi orang-orang yang istimewa. Istimewa itu dalam bahasa Jawa-nya 'mbejaji'," sambungnya.
Miftah rupanya berharap orang-orang yang masuk pondok pesantrennya bisa menjadi pribadi yang lebih berharga dan istimewa setelah lulus. Apalagi karena pondok pesantrennya menyasar kelompok marjinal.
"Masuk dengan segala kehinaannya, insya Allah ketika dia mau mengaji, insya Allah dia akan mendapatkan kemuliaan-Nya," pungkas Miftah.