Profil Gus Iqdam: Viral Katai-katai Penjual Minuman Keliling Saat Ceramah, Sama-sama Kasar Kayak Gus Miftah!

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 05 Desember 2024 | 17:18 WIB
Profil Gus Iqdam: Viral Katai-katai Penjual Minuman Keliling Saat Ceramah, Sama-sama Kasar Kayak Gus Miftah!
Gus Iqdam. [Instagram]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Video yang menunjukkan Agus Muhammad Iqdam Kholid alias Gus Iqdam, pendakwah muda menegur keras seorang penjual minuman saat acara pengajian ikut viral di media sosial. Saat ini, netizen masih meributkan soal Gus Miftah menyebut penjual es teh "goblok".

Video Gus Iqdam ini diunggah oleh akun X @TukangBedah00 pada Rabu (4/12/2024). Dalam video tersebut, Gus Iqdam terlihat geram karena suara penjual minuman yang meneriakkan dagangannya dianggap mengganggu jalannya pengajian.

Sebagai pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah, Gus Iqdam menyampaikan teguran dalam bahasa daerah, dengan nada yang tegas.

"Sudahlah pak, penjual minuman itu lho, nggak usah gaya-gayaan. Terus kamu ngapain? Saya bayar 500 ribu, sekarang saya beli semua daganganmu, sampai kiamat nggak usah jualan lagi," ucap Gus Iqdam dalam video tersebut.

Teguran itu terus berlanjut dengan kritikan terhadap sikap si penjual, yang dinilai tidak pantas berjualan saat acara ibadah. Gus Iqdam juga menyinggung bahwa waktu berjualan seharusnya diatur agar tidak mengganggu kegiatan seperti pengajian.

"Kamu ini keterlaluan, cari perhatian ya cari perhatian. Masa waktu mengaji kok malah jualan," katanya.

Pendakwah yang juga dikenal melalui dakwah kreatifnya di media sosial ini kembali menawarkan untuk membeli semua dagangan penjual tersebut seharga 500 ribu rupiah, dengan syarat agar tidak lagi berjualan di acara serupa.

Hanya saja, belum diketahui kapan video itu direkam. Sedangkan Gus Miftah sudah minta maaf atas video kasarnya terhadap penjual es teh. Namun, netizen dan sejumlah tokoh di Indonesia masih menyorot aksi tak beretika tersebut.

Profil Gus Iqdam

Gus Iqdam lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 27 September 1993. Dia dikenal luas karena pendekatan dakwahnya yang unik, milenial, dan mampu merangkul berbagai kalangan, termasuk komunitas jalanan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI