Suara.com - Di era globalisasi yang semakin kompleks dan dinamis, peran pendidikan tinggi semakin krusial. Institusi pendidikan tinggi tidak hanya dituntut untuk mencetak lulusan yang cerdas, tetapi juga lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
Pasalnya, dunia kerja saat ini menuntut individu yang memiliki keterampilan yang spesifik dan up to date. Dan lulusan yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Untuk mencapai relevansi antara pendidikan tinggi dan industri, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan berkolaborasi. Itulah yang menjadi alasan LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) saling bersinergi, dengan tujuan mengembangkan pendidikan yang inovatif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan dalam rangkaian acara LSPR Graduation Ceremony tahun 2024 yang berlangsung di Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (28/11/2024). Penandatanganan dokumen dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Ignatius Pulung Nurprasetio, M.SME selaku Dekan SBM - ITB dan Dr. Andre Ikhsano, M.Si selaku Rektor LSPR Institute.

Ditemui usai penandatangan kerja sama, Dr. (H.C) Prita Kemal Gani MBA, MCIPR, APR, FIPR selaku Founder & CEO LSPR Institute menyampaikan bahwa LSPR Institute dan SBM ITB berkomitmen untuk saling memperkuat keunggulan masing-masing dan menciptakan nilai tambah bagi mahasiswa serta masyarakat luas.
Penandatangan kerja sama dilakukan bersamaan dengan Graduation Ceremony LSPR 2024, di hadapan sekitar 3.750 undangan yang hadir di acara tersebut.
SBM ITB, sebagai salah satu sekolah bisnis terkemuka di Indonesia, memiliki keunggulan dalam bidang manajemen dan bisnis yang didukung oleh riset-riset terkini dan jaringan industri yang luas. Pendekatan pembelajaran yang inovatif dan fokus pada pengembangan kewirausahaan menjadi ciri khas SBM ITB.
"LSPR ini, kan, komunikasi dan bisnis. Kekuatan kita dalam bidang komunikasi strategis, media sosial, dan industri kreatif. Tapi, komunikasi tanpa teknologi, tanpa bisnis, itu nggak akan bisa tergerakkan. Jadi, makanya kita bersama-sama dengan SBM ITB, karena mahasiswa itu tidak hanya belajar itu dari dosennya, tapi juga belajar dari teman-teman, belajar dari pengalaman," katanya mengenai alasan di balik kerja sama strategis ini.
Ruang lingkup kerjasama antara LSPR Institute dan SBM ITB mencakup berbagai bidang, di antaranya kuliah dosen tamu, campus visit, sharing session, community service, peningkatan kurikulum, penelitian, program credit earning, dan pertukaran mahasiswa.
Baca Juga: Pendidikan Febby Rastanty, Dipuji Cewek Alpha Sejati yang Tak Berisik Kayak Artis Sebelah
Lebih detailnya, Prof. Pulung mengatakan, "Jadi ada pertukaran, seperti sesekali kami mengundang dosen tamu dari LSPR, karena memang ada beberapa hal yang LSPR mestinya kuat sekali. Contohnya di bidang kehumasan yang kami tidak punya, branding, dan sebagainya, kami bisa belajar dari LSPR."