Suara.com - Arogansi Ivan Sugianto memaksa seorang siswa SMAK Gloria 2 berinisial E (15) untuk bersujud dan menggonggong berbuntut panjang.
Tak hanya dijadikan tersangka, rekening Ivan konon juga telah diblokir oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) karena diduga terlibat dalam aktivitas ilegal.
Belakangan bukan hanya Ivan yang disorot, melainkan juga seorang pria berkaus merah yang diduga ikut mengintimidasi E. Lex Wu tampak menelusuri sosok berkaus merah itu dan sempat membocorkan dugaan identitasnya di akun X.
"Autentik gak?" tulis Lex Wu sambil membandingkan dua potret, yang pertama adalah pria berkaus merah di lokasi kejadian, sedangkan foto kedua adalah pria yang memakai kemeja putih.
Baca Juga: Profil Rolly Ade Charles: Diduga Terlibat Kasus Intimidasi sebagai Anak Buah lvan Sugianto
"Ya ela tong, baru lulus SH 2022 aja tengil," celetuk Lex Wu di cuitan terpisah, kemudian mulai membeberkan dugaan informasi dari pria tersebut.
Menurut Lex Wu, nama pria itu diduga adalah Rolly Ade Charles Kaawoan S.H. Pria itu disebut-sebut sebagai lulusan Universitas Narotama, bahkan Lex Wu sampai bisa membeberkan judul skripsi yang ditulisnya.
"Kepastian Hukum Retribusi Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan di Kota Surabaya," seperti itulah bunyi judul skripsi yang konon dituliskan Rolly untuk kelulusannya, dikutip pada Sabtu (16/11/2024).
Berbekal pendidikannya itu, Rolly digadang-gadang memiliki pekerjaan yang mentereng. Jabatannya tidak main-main, yakni menjadi Kepala Biro Surabaya di situs Bharindo.co.id.
Bharindo sendiri merupakan Tabloid Bhayangkara Indonesia. Dilansir dari situs resminya, media ini sudah terdaftar dalam Lembar Perum Percetakan Negara RI (Berita Negara).
Baca Juga: Dibongkar Ahmad Sahroni, Ini Deretan 'Dosa' Ivan Sugianto sampai Rekening Diblokir PPATK
Sejumlah polisi bergabung dalam strukturalnya, seperti Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto sebagai pelindung atau penasihat media.
Namun saat dilihat Suara.com pada Sabtu (16/11/2024) siang, nama Rolly Ade Charles sudah tidak tercantum di kolom jabatan Kepala Biro Surabaya.