Ya, jika dibandingkan dengan kuliner Padang pada umumnya, gulai pada nasi kapau yang berasal dari Bukit Tinggi cenderung lebih pedas dan berempah.
Cita Rasa Otentik dengan Sentuhan Modern

Meskipun menyajikan masakan tradisional Minang, Nasi Kapau Pangeran Mudo tidak melupakan sentuhan modern dalam penyajiannya. Suasana restoran yang elegan dan nyaman membuat pengalaman bersantap semakin berkesan. Selain itu, kebersihan ruangan dan peralatan makan juga menjadi perhatian.
Di cabang terbarunya yang berlokasi di Jalan Kusuma Atmaja no. 76, Menteng, rumah makan Nasi Kapau Pangeran Mudo berdiri di sebuah bangunan 4 lantai. Selain menyediakan tempat makan untuk umum di dua lantai pertama, rumah makan ini juga menyediakan beberapa ruangan VIP yang mampu menampung hingga 100 orang.
Dan tak perlu khawatir tak kebagian lahan parkir saat bersantap di jam ramai, karena rumah makan ini dilengkapi dengan area parkir di depan dan di bawah gedung (basement).
Kenapa memilih konsep rumah makan Minang yang mewah? Menurut Naldie, selama ini masyarakat lebih sering melihat sistem rumah makan Minang terutama nasi kapau, memakai sistem tradisional.
"Tapi kalau kita bawa buat berbisnis di Jakarta, itu orang menganggap nggak higienis. Nah, kita buka restoran menyesuaikan trennya sekarang apa-apa sedikit beda tampilannya dengan yang lain, pasti viral," katanya menjelaskan.
Bicara soal konsep kuliner Minang yang diusungnya terlihat mewah, Naldie sedikit banyak menampik. Menurutnya, dengan Rp50 ribu pun pengunjung sudah bisa makan satu porsi nasi kapau.
"Dengan Rp50 ribu, dapat satu lauk, kita kasih free sayur, sambal, kuah, semuanya bebas," pungkasnya.