Cuitannya tersebut juga diperkuat oleh artikel yang ditulis oleh The University of Edinburgh, mengulas penghinaan berbau rasis yang kerap disampaikan orang kulit putih pada etnis minoritas, terutama mereka berkulit gelap.
"Arti lugas 'Your English is very good' yang diucapkan white people ke non white people tuh kira-kira gini: 'Buset, lo jago juga ya bahasa Inggrisnya, gw pikir orang (insert countries) mostly terbelakang'," kata akun tersebut.
Menurutnya, artikel tersebut menunjukkan jika memuji bahasa seperti yang dilakukan Trump termasuk sebagai hinaan halus dan tersembunyi. Pelaku biasanya tidak menyadari bahwa mereka berbicara berdasarkan bias. Misalnya:
- “Bahasa Inggris Anda sangat bagus” (bagi seseorang yang berkulit hitam atau Asia Inggris, Nigeria, Amerika, atau orang-orang yang dianggap berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa tambahan).
- “Anda adalah sumber penghargaan bagi orang-orang Anda” (seolah-olah mereka adalah pengecualian dari aturan tersebut)
- “Anda orang Asia, mengapa Anda tidak pandai Matematika?” (stereotip)
- “Anda mengintimidasi/agresif” (bagi orang kulit hitam)
- “Anda sangat eksotis” (pujian yang dimaksudkan tetapi dianggap berdasarkan ras)
- “Kalian para pelajar Tiongkok terlalu pendiam” dan lain sebagainya.
Komentar Netizen
Sayangnya, pendapatnya soal pujian berbau rasis ini justru ditentang oleh netizen. Tak sedikit yang menganggap jika itu merupakan kata-kata basa-basi yang diucapkan Trump untuk mencairkan suasana.
"Itu bisa dianggap hinaan kalau itu dilontarkan ke native speaker non white people yang dianggap bahasa Inggris adalah second languange mereka. MAKANYA DIBACA BENER ISI WEBSITENYAAAA," pungkas @vys***.
"Menarik. Ada artikel dari univ edinburgh-nya juga. Kalo lihat dari konteks ucapan Trump ke Prabowo "your english is good" menurutku sgt tergantung pada tone yang dipakai. Tone dari Trump lebih ke ungkapan personal yg terkesan tulus. Bukan ungkapan stereotip dg maksud make of fun," ucap @azz***.
"Otak lu aja yg berkelana kejauhan, itu expresi wajar yg disampaikan native ketika ada non native ngomong lancar bahasa mereka, sama kek orang indo kalo denger orang luar ngomong bahasa kita," tambah @tuki***.