Mitos Legenda Gunung Lewotobi, Gunung Api Kembar di Dataran NTT

Vania Rossa Suara.Com
Selasa, 05 November 2024 | 17:22 WIB
Mitos Legenda Gunung Lewotobi, Gunung Api Kembar di Dataran NTT
Asap terlihat mengepul dari Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Klatanlo, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/11/2024). [ARNOLD WELIANTO / AFP]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Melihat pekerjaan Puka tak kunjung membuahkan hasil, suku Tobi atau Mame datang membantu. Mereka memasang tempurung tepat di puncak dua gunung buatan Puka. Karena itu, kedua gunung itupun dinamakan Lewotobi. Puncak yang saat ini mengalami erupsi merupakan puncak yang mana bagian lubangnya dulu ditutup oleh Suku Tobi.

Suku Tobi pindah dari Lewotobi ke Nawokote paska kekuatan beralih ke Suku Mukin di masa-masa pembentukan wilayah kekuasaan. Kawasan Gunung Lewotobi jatuh ke Suku Puka, tetapi mereka tidak melupakan Suku Tobi. Penghormatan Suku Puka terhadap Tobi masih dijaga sampai hari ini dalam ritus adat.

Saat Gunung Lewotobi laki-laki bereaksi, tugas Suku Puka yang menjadi pemilik gunung dari garis keturunan laki-laki itu pun wajib menggelar ritual Tuba Ile. Suku Puka akan memimpin ritual Tuba Ile yang mana di dalamnya mereka akan memberi makan nenek moyang. Dalam ritual ini, ada enam suku yang terlibat yakni Puka, Tobi, Kwuta, Wolo, Noba, dan Tapun. Mereka akan membawa sesajen dan dikurbankan ke Gunung Lewotobi Ile Bele.

Demikian itu informasi mengenai mitos legenda Gunung Lewotobi.

Kontributor : Mutaya Saroh

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI