5 Mitos Mengenai Transplantasi Rambut yang Perlu Diluruskan, Apa Saja?

Sabtu, 02 November 2024 | 09:05 WIB
5 Mitos Mengenai Transplantasi Rambut yang Perlu Diluruskan, Apa Saja?
Ilustrasi kebotakan pada lelaki. (shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Dalam prakteknya untuk mencapai hasil garis rambut yang natural, grafts yang ditanam adalah yang mengandung 1 helai rambut. Lebih lanjut, teknik ini menggunakan alat seperti choi pen untuk menanam grafts dengan sudut yang natural dalam satu kali gerakan. 

Hal ini memampukan dokter untuk menempatkan setiap grafts dengan presisi tinggi agar sesuai dengan pola pertumbuhan rambut alami pasien. Hasilnya? Rambut yang sepenuhnya tebal alami yang menyatu mulus dengan rambut di sekitarnya. 

Bahkan jika dilihat dengan seksama, orang lain mungkin tidak akan menyadari bahwa Anda telah melakukan transplantasi rambut kecuali jika mengetahui kondisi sebelum transplantasi.

Mitos 4: Rambut yang Ditanam Rontok Lagi

Ilustrasi transplantasi rambut (freepik)
Ilustrasi transplantasi rambut (freepik)

Salah satu salah kaprah terbesar adalah bahwa transplantasi rambut seringkali disamakan dengan micropigmentation/sulam atau ekstensi/sambung rambut yang hasilnya sementara.

Umumnya ini muncul karena anggapan bahwa rambut yang ditransplantasi akan rontok dan tidak akan tumbuh kembali. Faktanya, memang benar bahwa setelah transplantasi rambut, beberapa rambut akan rontok, tetapi kerontokan ini bersifat sementara.

Kerontokan ini dikenal sebagai shock loss, dan merupakan bagian alami dari proses penyembuhan. Folikel yang ditransplantasi memasuki fase istirahat selama beberapa minggu setelah operasi, yang menyebabkan rambut yang baru ditransplantasi rontok/patah.

Head Doctor Integrafts Hair Transplant Center, dr. Cynthia Lawrence mengklaim bahwa shockloss justru menjadi indikator pertumbuhan rambut yang sehat.

"Folikel rambut yang ditanam adalah rambut yang hidup, maka secara alamiah ia akan mengikuti siklus pertumbuhan rambut normal seperti fase anagen, catagen, telogen, dan exogen. Fase terakhir yaitu exogen/shedding akan terjadi dan akan berlanjut ke fase anagen/growing. Jadi jangan khawatir—ini hanya bersifat sementara yang mana dalam beberapa bulan, folikel akan mulai menghasilkan rambut baru yang sehat," jelasnya lengkap.

Baca Juga: Cegah Kebotakan Dini, Ini 3 Rekomendasi Hair Oil Ampuh Atasi Rambut Rontok

Rambut baru akan hidup dan terus tumbuh secara permanen, sama seperti rambut lainnya di kulit kepala Anda. Rambut yang ditransplantasi biasanya diambil dari area yang tahan terhadap kebotakan (seperti bagian belakang kepala), yang berarti bahwa rambut baru kemungkinan besar akan bertahan seumur hidup.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI