Jadi Tersangka Korupsi, Ini Peran Tom Lembong Selama Membantu Pemerintahan Jokowi

Karier politik Tom Lembong dimulai pada tahun 2013 menjadi penasihat ekonomi untuk Jokowi ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Dalam pidato yang dibacakan oleh Jokowi tersebut, Tom juga menulis sosok “Thanos” dan istilah 'winter is coming' sehingga pidato tersebut langsung viral di media sosial.
Puncak karier Tom Lembong mencuat ketika dirinya diberi amanat sebagai Menteri Perdagangan pada tahun 2015.
Tak berselang lama, ia juga didapuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada tahun 2016-2019.
Di akhir masa jabatannya, hubungan Tom Lembong dan Jokowi diduga kurang harmonis karena pada periode kedua pemerintahan Jokowi, Tom tidak lagi diberi mandate sebagai menteri.
Baca Juga: Aset Negara di Tangan yang Salah? Kontroversi di Balik Peluncuran Danantara
Kemudian, pada kontestasi pilpres tahun 2024, ia justru bergabung ke barisan Anies Baswedan (Timnas Amin) sebagai co-captain.
Seolah berseberangan dengan penguasa, Tom Lembong juga turut aktif mengomentari kebijakan pemerintah, seperti kebijakan hilirisasi industri dan amandemen UU Pilkada. Ia turut melakukan orasi ketika ada demo besar terkait amandemen UU Pilkada beberapa waktu lalu.
Hubungannya dengan penguasa semakin berjarak, bahkan ketika debat capres 2024 kemarin, namanya disebut berkali-kali oleh Gibran Rakabuming.
Kini, Tom Lembong ditetapkan sebagai tersangka dan akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba.
Menanggapi kasus ini, publik turut mengomentari karena menduga adanya unsur politik.
Baca Juga: CEK FAKTA: Petugas Temukan Tumpukan Uang Terkait Kasus Korupsi Pertamina
Tak hanya itu, publik juga meminta agar pihak-pihak lain yang sempat diisukan juga segera ditindaklanjuti dan ditetapkan sebagai tersangka, layaknya yang dilakukan kepada Tom Lembong.