Suara.com - Fenomena artis ramai-ramai lolos ke bangku parlemen seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Sebab, mereka dianggap tak memiliki kapasitas sebagai anggota legislatif. Namun hal tersebut tampaknya disanggah oleh Verrell Bramasta.
Baru-baru ini Verrell mendapatkan banyak pujian di media sosial X saat anggota DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyampaikan pandangannya soal pendidikan di Indonesia.
Sebagai anggota dari Komisi X yang membidangi pendidikan, olahraga dan sejarah, Verrell Bramasta terdengar keras memperjuangkan hak guru honorer terutama dari dapilnya agar bisa mendapatkan kesejahteraan.
Sebagai seorang pegiat media sosial, kata putra sulung Venna Melinda itu, dirinya sering membaca kegundahan masyarakat mengenai pendidikan di Indonesia.
"Izin sebagai penggiat sosial media yang faktanya kita rasakan saat ini, Pimpinan, itu banyak sekali masyarakat yang menyuarakan kegundahannya dan juga concernnya terhadap pendidikan lewat sosial media," jelas dia seperti yang dikutip dalam video di akun X-nya, pada Selasa (29/10/2024)
"Kalau boleh saya sebagai perwakilan anak muda menggunakan bahasa Milenial dan Gen Z, bahasa mereka aspirasinya adalah menginginkan pendidikan yang tidak fokus terhadap administrasi tapi fokus mencerdaskan bangsa," katanya melanjutkan.
Verrel Bramasta pun menyebut, dari permasalahan yang ia lihat di Dapilnya, ada tiga masalah fundamental yang menurutnya harus segera diselesaikan.
"Pertama dari sarana prasarana dan yang paling penting adalah soal guru honorer. Tapi menurut UU ASN no. 20 tahun 2023 kalau tidak salah semua penempatan dan penataan non ASN dalam hal ini guri honorer itu harus diselesaikan pada Desember ini," pungkasnya.
Selain itu ia juga meminta untuk DPR bisa lebih menyoroti nasib para guru honorer yang sudah bekerja belasan tahun namun masih belum bisa mendapatkan kesempatan menjadi ASN. Belum lagi soal gaji mereka yang masih di bawah kata layak.
Baca Juga: 4 Artis Pria yang Pantang Bongkar Aib Mantan Istri, Baim Wong Pengecualian?
"Dan jika iya saya mohon itu menjadi salah satu concern kita karena saya tidak ingin sekali melihat guru-guru honorer di dapil saya yang berteriak soal ini lagi. Karena faktanya masih banyak sekali guru-guru di Dapil saya yang bekerja belasan tahun tapi belum menjadi ASN dan bahkan gajinya 300 ribu," ucapnya.