Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Tarumanegara dengan jurusan psikologi. Barulah pada tahun 2021, ia menempuh program magister psikologi di universitas yang sama.
Hal tersebut menandakan ketertarikannya di bidang psikologi yang membuatnya mengambil langkah untuk profesi. Kini, setelah berhasil mendapat profesi psikologi, ia mengaku siap untuk membuka praktek sendiri.
"Insyaallah, setelah disahkan bisa praktek," tuturnya.
Pemilik nama lengkap Tsania Marwa Tadjoedin ini mengaku memang ada kesulitan ketika menyelesaikan pendidikan, terutama dalam membagi waktu.
Apalagi dalam setahun belakang ini ia menjalani syuting stripping setiap hari sehingga waktunya untuk belajar jadi terbengkalai.
Dari kegigihannya tersebut, ia berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,76 dan menjadi mahasiswa dengan nilai tertinggi.
Bicara mengenai tesis yang ditulis, ia mengaku jika penelitian tersebut cukup berkaitan dengan kehidupan pribadinya.
Ia mengangkat tentang isu kesehatan mental yang dialami oleh orang tua saat ini, terutama dampak perceraian terhadap orang tua yang kehilangan hak asuh anak.
Seperti diketahui, beberapa tahun lalu rumah tangga Tsania dan Atalarik Syach kandas dan menyisakan banyak polemik, terutama mengenai hak asuh anak.
Kini, ia siap fokus dengan karier barunya sebagai psikolog, meski tidak meninggalkan profesi utamanya sebagai seorang aktris.