Suara.com - Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto telah memanggil figur yang digadang-gadang menjadi menteri.
Yang cukup menjadi sorotan adalah munculnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di pemanggilan pada hari Senin (14/10/2024) tersebut. Pasalnya Sri Mulyani kembali ditunjuk untuk menjadi Menteri Keuangan.
Dengan demikian, Sri Mulyani menjadi Menkeu yang menjabat di 3 era presiden berbeda. Diketahui Sri Mulyani pernah menjabat sebagai Menkeu di kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kabinet Jokowi, dan sedianya akan kembali menempati posisi yang sama di kabinet Prabowo.
Tak heran jika warganet jadi menyoroti sosok Sri Mulyani, serta latar belakangnya hingga berkesempatan menjabat sebagai Menkeu di 3 era pemerintahan.
Latar Belakang Keluarga Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati dilahirkan sebagai anak ke-7 dari 10 bersaudara dari pasangan Prof. Drs. Satmoko dan Prof. Dr. Retno Sriningsih Satmoko pada 26 Agustus 1962. Keduanya berasal dari Gembong, Kebumen, Jawa Tengah.
Ditelusuri lebih jauh, ibu dan ayah Sri Mulyani dulunya merpakan pendidik yang berperan besar untuk mendirikan dan membesarkan nama Universitas Negeri Semarang. Bahkan kedua orangtuanya diketahui sudah berkecimpung dalam membesarkan UNNES sejak masih bernama IKIP Semarang.
"Almarhumah Ibu dan Bapak saya Almarhum Prof Drs Satmoko adalah pendidik yang ikut mendirikan dan membesarkan IKIP Semarang yang sekarang menjadi Universitas Negeri Semarang (UNNES)," tulis Sri Mulyani di unggahan Instagram-nya pada 30 Oktober 2022.
Jabatan Menteri Keuangan di 3 Era Presiden
Baca Juga: Jejak Pendidikan Veronica Tan, Calon Menteri Kabinet Prabowo dari Latar Belakang Tak Biasa!
![Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/18/19240-preskon-wamenkeu-baru-menteri-keuangan-sri-mulyani.jpg)
Sri Mulyani pertama kali bergabung di kabinet pemerintahan dengan menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di Kabinet Indonesia Bersatu milik SBY pada tahun 2004.