Suara.com - Atalarik Syah dengan Tsania Marwa sudah bercerai lama. Namun, konflik mengenai hak asuh anak masih belum selesai.
Baru-baru ini Atalarik Syah kembali membahas mengenai perselisihannya dengan mantan istrinya tersebut. Saat menjadi bintang tamu dalam acara Pagi-Pagi Ambyar dia buka suara mengenai konflik yang berlangsung selama 7 tahun.
Atalarik mengungkapkan dirinya yang pertama kali mengusulkan pembagian jadwal hak asuh anak. Dia mempersilakan Tsania Marwa mengambil anak-anak setiap Jumat sepulang sekolah dan mengembalikannya Minggu malam.
"Kan dari awal juga, yang punya ide bagi hari aja saya. Jadi, Pengadilan Agama juga tahu seberapa banyaknya saya mengalah. Bagi hari juga idenya saya, dia tolak mentah-mentah," ujar Atalarik seperti dikutip pada Jumat (11/10/2024).
Bukan tanpa alasan Atalarik mengusulkan hal tersebut, dia ingin memastikan anak-anaknya dalam keadaan yang aman dan terawat. "Saya hanya bapak yang kerja, pengen lihat anak aman nih bangun tidur, berangkat sekolah, saya kerja, paling lihat anak sudah tidur," ungkapnya.
Hak Asuh Anak Menurut Islam
Islam membenci perceraian. Banyak dampak yang ditimbulkan, salah satunya pada anak. Aturan mengenai hak asuh anak sebenarnya sudah diatur.
Mengutip dari NU Online, Islam memberi aturan mengenai hadlânah, yaitu hak mengasuh dan merawat anak yang belum dapat mengurus dirinya sendiri sampai mencapai usia tamyîz diserahkan kepada ibunya.
Usia tamyiz, di mana seorang anak bisa memilih untuk ikut ibu atau ayahnya. Sebagian ulama menyebutkan anak sudah berusia 7 tahun qamariyah.
Baca Juga: Bahas Hak Asuh Anak, Cara Bicara Atalarik Syah Jadi Gunjingan: Perasaan Dulu Gak Gini
Dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji karya Musthafa al-Khin dkk menyebutkan ibu lebih berhak mengasuh anak. Ada beberapa alasannya.