Di tengah perjalanan, tiga anggota dari kelompok Naomi bergerak lebih cepat, meninggalkan Naomi dan tiga pendaki lainnya di belakang. Di saat inilah Naomi mulai merasakan bahwa sesuatu tidak beres.
Tersesat
Ia berhenti untuk beristirahat, dan ketika menengok ke belakang, dua pendaki yang bersamanya sudah tidak terlihat lagi. Keadaan yang tiba-tiba sunyi ini membuatnya panik. Naomi lantas mencoba meminta pertolongan dengan berteriak, tetapi tak ada satu pun yang mendengar.
Dalam kesendiriannya, Naomi teringat tanggung jawabnya untuk mendampingi anak-anak ke gereja pada hari Minggu. Hal ini membuatnya semakin bertekad untuk bertahan dan menemukan jalan keluar.
Mengikuti Burung
Setelah berusaha berjalan mengikuti jalanan menurun, Naomi menemukan semak-semak dan pagar tinggi yang tak jelas ke mana arahnya.
Lelah dan bingung, ia memutuskan untuk kembali naik, meski jalurnya semakin sulit. Ia akhirnya berhenti untuk beristirahat dan mencoba tidur, tetapi rasa takut membuatnya sulit terlelap.
Selama malam itu, Naomi menyaksikan berbagai keanehan, tetapi ia enggan menceritakan detailnya. Di tengah kepanikannya, seekor burung tiba-tiba muncul di hadapannya.
Naomi merasa burung tersebut seakan-akan menuntunnya ke arah yang benar, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti ke mana burung itu terbang.
Namun, perjalanan yang dipilih burung tersebut melewati jalur yang sulit, hingga membuat Naomi terluka. Meskipun demikian, ia tetap berusaha melanjutkan perjalanan, meskipun hanya memiliki roti sobek yang tinggal enam potong dan air yang ia ambil dari sumber mata air di gunung.
Hingga keesokan harinya, Naomi terus berusaha mencari jalan keluar. Namun, cuaca yang memburuk dengan hujan deras dan badai membuatnya semakin sulit untuk melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: Sosok Naomi, Siswi SMK Semarang yang Viral Usai Hilang di Gunung Slamet
Ia memutuskan beristirahat di bawah pohon hingga tertidur, meski cuaca masih sangat buruk. Lalu pagi harinya, Naomi kembali melihat burung yang mengarahkannya ke jalanan yang dipenuhi akar-akar pohon.