Aksi panggung Vincent Rompies saat mengisi acara Pestapora 2024 berhasil mencuri perhatian netizen. Tak hanya jadi bahan perbincangan, tingkah lakunya ini juga menuai cibiran pedas.
Kritikan ini disampaikan oleh salah satu warganet di media sosial TikTok @mudasalehoficial beberapa waktu yang lalu. Pemilik akun ini menyampaikan kritikan tentang tingkah laku Vincent Rompies yang dianggap tidak patut diikuti oleh generasi muda.
"Jadi musisi, tokoh, public figure, tolonglah beri yang terbaik buat anak-anak muda," ujar pemilik akun tersebut.
Komentar ini bukannya tanpa alasan, Vincent Rompies memang tampak sempoyongan dan tidak bisa mengontrol dirinya sendiri ketika menghadiri acara Pestapora 2024. Gerak-geriknya cukup menyita perhatian. Ia memegang gitar seolah ingin menghancurkan alat musik tersebut. Saat itu, ia mengenakan outfit serba hitam yang dipadukan dengan aksesoris ala rockstar.
Hal ini tentu saja memicu reaksi yang ramai dari para netizen. Berkat hal ini, para netizen dibuat flashback dengan riwayat karier Vincent Rompies.
Riwayat Karier Vincent Rompies
Sahabat Desta yang satu ini mengawali kariernya di bidang entertainment sebagai seorang musisi. Ia tergabung dalam sebuah grup band bernama Clubeighties pada tahun 1998 bersama sang kakak, Cliffton Jesse Rompies. Ia memegang posisi bassist.
Saat masih aktif tergabung dalam grup band tersebut, Vincent berhasil menciptakan beberapa lagu yang cukup hits, di antaranya Gejolak Kawula Muda dan Dari Hati. Lagu-lagu ini dibuatnya bersama Cliffton, Desta, Lembu, dan Ytonk.
Vincent akhirnya memutuskan hengkang dari grup tersebut pada tahun 2009. Ia membentuk grup band baru bernama The Cash bersama Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, dan Desta. 11 tahun setelahnya, tepatnya di 2020, Vincent kembali bergabung dalam grup band lain yakni Goodnight Electric.
Baca Juga: Merasa Halangi Penonton, Attitude Aaliyah Massaid di Pestapora Dipuji: Sopan Banget

Tak hanya menjajal dunia musik, Vincent juga pernah berkecimpung di dunia akting. Beberapa judul film yang ia bintangi di antaranya 'Mendadak Dangdut’ (2006), ‘Kalau Cinta Jangan Cengeng’ (2008), ‘Krazy Crazy Krezy’ (2009), ‘Wakil Rakyat’ (2009), ‘Preman in Love’ (2009), dan ‘Kawin Laris’ (2009).