Suara.com - Adab Erina Gudono yang pamer naik private jet ke Amerika Serikat memunculkan banyak masalah. Selain dugaan kasus gratifikasi Kaesang Pangarep, masalah naik jet pribadi juga dinilai tidak peka dengan kondisi politik dan ekonomi yang sedang kacau di Tanah Air.
Kemarahan rakyat semakin tersulut setelah pernyataan terbaru Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi. Menkominfo mengatakan wajar jika Erina naik private jet karena sedang hamil.
Tak sampai di situ, Menkominfo juga mengklaim bahwa menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tidak bisa naik angkutan umum, atau pesawat komersial akibat mengandung. Sontak, pembelaan dari sang menteri itu membuat emosi masyarakat.

Bagaimana tidak, banyak ibu hamil di Indonesia yang tidak mendapatkan fasilitas seperti Erina. Bahkan tidak sedikit ibu hamil yang nyawanya terancam akibat buruknya akses transportasi sehari-hari.
Salah satu contohnya adalah ibu hamil di Mamasa, Sulawesi Barat yang harus ditandu 13 kilometer untuk mencapai rumah sakit. Penyebabnya, jalan di daerah tempat tinggalnya tidak bisa dilalui kendaraan.
Tak hanya itu, seorang warganet di X juga mengkritik Erina yang seharusnya malu. Ia membandingkan adik ipar Gibran Rakabuming Raka itu dengan ibu-ibu hamil yang harus menaiki KRL di Stasiun Manggarai.
Menurutnya, ibu-ibu hamil rela berdesak-desakan setiap hari di Stasiun Manggarai demi bekerja dan bertahan hidup. Padahal, Stasiun Manggarai dikenal sangat ramai dan cukup mengerikan saat semua penumpang berebut kursi.
"Malu lah erina sama ibu-ibu hamil yang mesti transit di Stasiun Manggarai. Mereka umumnya pake deodoran pula," tulis seorang warganet di X.

Cuitan warganet itu kemudian viral dan diamini oleh yang lainnya. Mereka turut menuliskan beragam komentar seputar private jet Erina hingga pernyataan Menkominfo Budi Arie.
Baca Juga: Koleksi Mobil Menkominfo versi LHKPN: Harganya Setara 115 Kali Lipat Gaji PNS Kominfo
"Harusnya ditulis gak bisa pake angkutan umum karena bau ketek," celetuk warganet.