Setelah mendapat dukungan finansial, pembangunan Terowongan Silaturahmi dimulai pada 15 Desember 2020 silam.
Sukses dibangun di tengah pertentangan
Sayangnya, tak sedikit pihak yang menentang pembangunan Terowongan Silaturahmi karena dipandang sebagai sekadar wujud toleransi simbolik.
Pihak yang melayangkan protesnya terhadap pembangunan tersebut tak lain adalah eks Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), mendiang Tengku Zulkarnain hingga politisi Ferdinand Hutahaean.
Kendati dibanjiri dengan pertentangan, tak sedikit juga mereka yang memberi dukungan. Akhirnya, Terowongan Silaturahmi rampung dibangun pada 20 September 2021.
Terowongan dengan panjang 32 meter dengan tinggi 3 meter dan lebar 4,1 meter ini akhirnya menjadi simbol toleransi yang ikut diakui Paus Fransiskus sebagai pimpinan Gereja Katolik sedunia.
Kontributor : Armand Ilham