Sekilas profil desainer
Dave Ocampo (Filipina)
Desainer asal Filipina, Dave Ocampo, telah mengukir prestasi di industri mode selama 14 tahun dengan karya yang dikenal akan penggunaan warna berani, kain mewah, dan garis-garis stylish yang bersih. Dalam koleksi terbarunya bertajuk “Saranggola” (layang-layang), Dave menghadirkan corak cerah yang terinspirasi oleh layang-layang, menggunakan material linen untuk menciptakan 20 busana elegan yang memadukan keindahan dengan kenyamanan. Koleksi ini mengimajinasikan layang-layang penuh warna yang terbang bebas, menghasilkan rancangan yang tidak hanya menarik perhatian tetapi juga memungkinkan kebebasan bergerak bagi pemakainya.
Rita zung (Vietnam)
Rita Dzung, pendiri jenama siap-pakai Rita zung of Dz, adalah desainer asal Vietnam yang telah lebih dari satu dekade mengukir namanya dalam skena streetwear Vietnam. Dengan pendekatan unik dalam menggali inspirasi, Rita sering bepergian dan berinteraksi dengan warga setempat. Dalam eksplorasi kreatifnya ke kota-kota seni dan sejarah seperti Hue dan Hoi An, ia terpesona oleh budaya tradisional negaranya, termasuk busana áo dài, ym t thân, dan lukisan ông H, sembari mengagumi kehidupan urban kota-kota tersebut. Koleksi terbarunya akan memperkenalkan keindahan budaya tradisional Vietnam ke dalam 20 busana streetwear yang stylish, menggunakan bahan seperti sutra, kain sintetis, dan kain bertekstur 3D untuk menghadirkan nuansa mewah, segar, dan nyaman.
Terry Yeo (Singapura)
Founder The InSane Studio, Terry Yeo siap memukau lewat koleksi terbarunya “Semula”, yang melambangkan peremajaan, penyegaran, dan kembali ke asal. Nama koleksi ini juga diambil dari nama perusahaan startup sosial asal Singapura, Semula Asia, yang meremajakan limbah plastik menjadi bahan bermanfaat untuk menggantikan batu bata dan kayu. Motif kain “Semula” dikreasikan dari motif produk daur ulang Semula Asia, seperti bangku dan meja. Setiap helai diproduksi melalui proses berkelanjutan yang inovatif, seperti pencetakan dan pemutaran plastik lunak yang terbuat dari botol susu plastik bekas (plastik HDPE tipe 2). Hasilnya, motif kain yang elegan menyerupai corak marmer, memancarkan keanggunan sambil berkontribusi pada pengurangan limbah. Selain itu, beberapa detail pakaian juga terbuat dari plastik HDPE daur ulang.