Dari Raden Saleh ke Olimpiade Paris: Kisah di Balik Seragam Atlet Indonesia Untuk Pembukaan Rancangan Didit Hediprasetyo

Jum'at, 26 Juli 2024 | 11:54 WIB
Dari Raden Saleh ke Olimpiade Paris: Kisah di Balik Seragam Atlet Indonesia Untuk Pembukaan Rancangan Didit Hediprasetyo
Seragam Pembukaan Olimpiade Paris Rancangan Didit Prasetyo (Dok. Istimewa)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terbuat dari bahan breathable, seperti washed-out denim Indonesia, beludru, dan jersey sutra dalam palet warna primer yang dominan.

Seragam atlet laki-laki yang terbuat dari washed-out denim terinspirasi dari tampilan jaket biker yang dilebur dengan Beskap, setelan jas tradisional khas Jawa. Celana panjang berwarna putih menjadi bawahan untuk tampilan aktif. 

Sedangkan seragam atlet perempuan menampilkan atasan dengan potongan Kebaya Kutubaru berwarna merah yang dipasangkan dengan jumpsuit putih. Tetap memadukan kesan sporty dengan keagungan yang elegan.

Perhatian terhadap detail terlihat jelas dalam setiap desainnya. Mulai dari jahitan yang rumit hingga penempatan subtil emblem Indonesia berwarna merah putih yang terbuat dari kulit, hingga Blangkon, penutup kepala laki-laki pada busana tradisional Jawa, dengan sentuhan kontemporer dari bahan kulit dan denim — semuanya memegang peran sendiri untuk keharmonisan keseluruhan tampilan.

Para atlet Indonesia akan mengenakan seragam karya Didit Hediprasetyo di Parade Pembukaan ketika satu dunia menyaksikan keberlangsungan Olimpiade Paris 2024. Momen yang melambangkan warisan bangsa dan komitmen untuk selalu unggul.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI