Suara.com - Punya orang tua yang merupakan juragan kain di Tanah Abang, ternyata Fuji juga pernah marasakan masa prihatin harus menghemat orang jajannya demi bisa menabung.
Fuji mengungkap nominal uang jajannya selama sekolah yang menurutnya sangat terbatas untuk bisa jajan. Hal itu karena Fuji harus membagi uang sakunya untuk transportasi juga.
"Jadi dulu uang jajan aku, menurutku ini dikit ya karena aku harus bayar ojek karena waktu itu nggak ada angkot, beda rute jadi bayar ojek 10 ribu uang jajan aku 30 ribu jadi harus muter otak," kata Fuji di kanal Youtube Vilmei.
Dengan uang saku Rp30 ribu itu, Fuji mengaku tak bisa beli makan siang karena harga makanan di sekolahnya terbilang cukup mahal.
"Nah jajannan di sekolah aku tuh mulai dari 10 ribu. Sekali makan udah abis 15 ribu 118 ribu karena jajan di sekolah Jakarta banyak yang mahal," terang Fuji.
Untuk mengakalinya, Fuji pun hanya bisa jajan cemilan demi mengganjal perutnya di waktu istirahat sekolah.
![Fuji saat sekolah. [Instagram/fuji_an]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/29/18547-fuji-saat-sekolah.jpg)
"Jadi aku tuh belinya wafer yang Rp2000 atau kalau nggak kriuk Rp2000-Rp3000, jadi aku lebih baik bawa bekal," kenang Fuji.
Tapi ia tak selalu membawa bekal ke sekolah. Hal ini karena ia harus mengejar waktu masuk sekolah, sementara ibunya belum selesai memasak.
"Tapi kadang ngak keburu bawa bekal mama belum masak," kata Fuji sedih.
Baca Juga: Tepis Isu Jaga Perasaan Fuji, Ivan Gunawan Ngaku Dekat dengan Aaliyah Massaid Sejak Baru Lahir
Dalam perhitungan Fuji, dengan uang saku terbatas dan jajan cemilan murah itu, ia bisa menyisakan uang untuk jajan di luar lingkungan sekolah yang lebih murah ketika pulang.