Suara.com - Nikita Mirzani membongkar rasa sakit hatinya terhadap sang anak, Lolly. Bukan karena putrinya berpacaran dengan Vadel Badijeh, namun Nikita mengaku sakit hati karena Lolly tak melanjutkan sekolahnya,
Hal ini terungkap saat Nikita Mirzani menceritakan awal mula konflik dengan putrinya itu pecah di podcast Outframe with Fadi, dilansir Suara.com dari kanal Youtube Fadi Iskandar.
"Selama dia di UK waktu masih berangkat sekolah itu fine, masih baik-baik saja. Satu bulan dia di UK sudah mulai tuh bergoncang-goncang segala macem," ungkap Nikita Mirzani yang kini sudah tak ingin mengakui Lolly sebagai anak lagi.
Meski waktu itu Lolly sudah menunjukkan pemberontakannya terhadap Nikita Mirzani, tapi ibu tiga anak ini hanya meminta satu hal terhadap gadis bernama lengkap Laura Meizani Nasseru Asry tersebut.

"Satu hal yang gue minta sama itu anak adalah lanjutkan sekolah no matter what happen, lanjutkan sekolah. Lu mau caci maki gue, lu mau apa terseRah yang penting lu lanjutin sekolah. Karena gue berangkatin dia itu mahal," ujar Nikita.
Wanita yang akrab dipanggil Nyai itu kecewa berat setelah tahu Lolly tak melakukan permintaan satu-satunya tersebut. Nikita mengaku mengeluarkan biaya besar untuk bisa menyekolahkan Lolly di Taunton School Inggris.
"Dia gue berangkatin itu bukan sekolah itu kayak asrama, jadi dia itu hanya boleh keluar di hari Sabtu dan Minggu di sekitar sekolahnya itu buat beli makanan, kayak dia mau ngopi, dia mau jajan, mau beli sampo sabun ada semua di situ," ungkap Nikita Mirzani.
Nikita Mirzani kemudian mengetahui bahwa Lolly ternyata kabur dari sekolah setelah bertemu seorang Indonesia yang disinyalir adalah Vadel Badjideh.
"Nah suatu ketika gue nggak tau kayaknya dia ketemu sama orang Indonesia yang tinggal di sana, aku nggak tau bagaimana cara bertemunya, itu anak kabur dari sekolah ke tempatnya itu orang empat jam naik mobil, jauh banget!" kata Nikita.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ungkap Alasan Ogah Menikah Lagi, Netizen Merasa Relate
Karena aksi kabur Lolly itu, Nikita Mirzani dan pihak sekolah akhirnya menelepon polisi.