Menurutnya, seseorang yang layak dipanggil habib adalah keturunan Nabi yang mencintai masyarakat dan masyarakat juga mencintainya, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ulama yang dikenal dengan nama Mbah Moen ini dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah pada 28 Oktober 1928. Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang ini adalah keturunan ke-37 Nabi Muhammad SAW.
Dari jalur sang kakek, KH Maimoen Zubair adalah keturunan salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Giri. Sementara dari sang nenek, Mbah Moen adalah keturunan Pangeran Diponegoro.
Sedangkan terkait nasab keturunan Nabi Muhammad SAW didapatkan dari sang ayah, Kiai Zubair Dahlan, yang menikah dengan Nyai Mahmudah.
Semasa hidupnya, Mbah Moen aktif berdakwah sekaligus terjun ke dunia politik dengan menjadi wakil rakyat. Mbah Moen wafat pada 6 Agustus 2019 di usianya yang ke-90 tahun saat menunaikan ibadah haji dan dimakamkan di Pemakaman Ma’la, Mekkah, Arab Saudi.
4. Habib Ali Kwitang

Ali bin Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad bin Husein Alhabsyi atau yang lebih akrab disapa Habib Ali Kwitang adalah ulama yang dilahirkan di Kampung Kwitang, Senen, Jakarta Pusat pada 20 April 1869.
Pemimpin Majelis Taklim Kwitang itu lahir dari pasangan Habib Abdurrahman dan Nyai Salmah yang mendapatkan garis keturunan Nabi Muhammad SAW dari jalur sang ayah.
Baca Juga: Di Balik Kontroversi dengan Rhoma Irama, Ini Sisi Lembut Habib Bahar yang Jarang Terekspos
Perannya dalam penyebaran agama Islam, terutama di Kampung Betawi di Kwitang, begitu besar. Habib Ali Kwitang juga pernah berdakwah ke Singapura, Malaysia, India, Pakistan, Sri Lanka, sampai Mesir. Habib Ali Kwitang wafat pada 13 Oktober 1968.