Menariknya, ada satu fakta pahit yang wajib diketahui oleh para pendukung Belanda di Indonesia.
Menurut sejarawan Bonnie Triyana, Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC dianggap orang Belanda tidak jahat. Perusahaan dagang yang menjajah Indonesia ini dianggap membuat Belanda meraih masa keeamasan.
"Di Belanda itu, anak-anak sekolah diajarin bahwa masa VOC, ketika berpetualangan, mendominasi Indonesia, segala macam itu adalah masa keemasan," jelas Bonnie seperti dikutip dari tayangan video Total Politik.
"Masa keemasan itu diajarkan ke anak-anak Belanda. Selama bertahun-tahun. Jadi mereka (orang Belanda) tidak punya prespektif dan ingatan yang berbeda dari kita,"
"Kita di sini diajarin VOC itu mengajari orang Indonesia korup. Padahal udah punya bakat dari dulu," ungkap Bonnie.
Bonnie lebih lanjut memaparkan bahwa baru satu dua tahun ke belakang, sejarah kelam VOC mulai diubah di Belanda. Pemerintah Belanda kata Bonnie melakukan perubahan besar di materi pendidikan sejarah mereka.
Bonnie bilang pemerintah Belanda membuat sebuah tim yang dipimpin oleh Jet Bussemaker -- eks Menteri Pendidikan Belanda. Tim ini bekerja untuk memperbaiki materi ajar sejarah Belanda.
Jet dan timnya kemudian bertemu dengan orang-orang yang dulu berasal dari negeri jajahan Belanda, termasuk dari Indonesia. Mereka ditanya mengenai arti kolonialisme dari sudut pandang orang terjajah.
Temuan-temuan dan kebenaran baru dari sudut pandang orang terjajah ini yang pada akhirnya pemerintah Belanda mau untuk mengubah sejarah kelam mereka di tingkat pendidikan. Hal itu kata Bonnie baru terjadi di periode 2022 lalu.
Baca Juga: Update Klasemen Akhir Grup D Euro 2024: Austria di Puncak, Belanda Merana
"Jadi mereka sangat serius untuk memperbaiki pelajaran sejarah. Hal ini dilakukan untuk mengakomodir kebenaran sejarah yang ada," ucap Bonnie.