1. Topik Yang Sesuai: Jurnal ilmiah harus berfokus terhadap topik yang sesuai dengan bidang ilmu yang dipilih dan relevan dengan kualitas tulisan yang baik.
2. Menggunakan Bahasa Yang Standar: Jurnal ilmiah yang hendak dipublikasikan harus menggunakan bahasa yang standar dan mudaj dipahami oleh pembaca internasional.
3. Kebaruan: Jurnal harus mempunyai tingkat kebaruan yang cukup tinggi untuk menarik perhatian para pembaca.
4. Perhatikan Deadline: Jurnal ilmiah wajib menghargai deadline yang ditetapkan oleh jurnal untuk proses mengirim proposal maupun manuscript.
5. Menghindari Plagiarisme: Jurnal perlu menghindari plagiarisme dan pastikan juga kualitas tulisan.
6. Kualitas Tulisan: Jurnal harus mempunyai kualitas tulisan yang baik dan bagus, serta benar-benar memperhatikan detail penelitian yang tengah ditulis.
Tak hanya itu, penulid juga harus memastikan templating dari jurnal yang dibuat. Hal ini penting untuk dilakukan, sebab templating yang ada di dalam jurnal Scopus begitu ketat dan berbeda dengan templating yang ada di jurnal bisa. Selain harus menggunakan layanan penerbit yang ternama, penulis juga sebaiknya mencari sumber pedoman lain untuk membantu menulis jurnal yang sesuai syarat Scopus.
Tingkat Kesulitan
Bagi dosen atau mahasiswa yanh bisa memiliki jurnal terindeks Scopus merupakan sebuah prestasi tersendiri. Akan tetapi, untuk bisa menghasilkan jurnal yang terindeks di Scopus bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan.
Terdapat banyak langkah yang harus dilakukan. Misalnya saja revisi, yang mungkin harus dilalui untuk menerbitkan jurnal tersebut. Beberapa diantaranya yaitu:
1. Membuat Naskah Dengan Minimal 20 Referensi