Tengku Dewi Pilih Cerai Ogah Lahiran Ditemani Andrew Andika, Hati-hati Berisiko Keguguran

Rabu, 29 Mei 2024 | 08:54 WIB
Tengku Dewi Pilih Cerai Ogah Lahiran Ditemani Andrew Andika, Hati-hati Berisiko Keguguran
Tengku Dewi Putri di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2024). [Suara.com/Tiara Rosana]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tengku Dewi Putri bersikukuh cerai dari Andrew Andika sebelum melahirkan anak keduanya. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gangguan psikologis ibu hamil jelang melahirkan.

Kuasa Hukum Tengku Dewi, Minola Sembayang mengatakan kliennya khawatir apabila proses melahirkan harus ditemani Andrew akan memberikan tekanan psikologis. Apalagi perempuan berusia 36 tahun itu akan selalu teringat dengan aksi perselingkuhan suaminya.

“Karena kalau nunggu sampai proses lahiran, artinya Andrew ngotot mendampingi. Sementara kalau tetap ketemu dengan Andrew akan membuka memori Dewi terkait masalah perbuatan Andrew di masa lalu atau saat ini yang akan berdampak pada psikologisnya,” ujar Minola baru-baru ini.

Minola yang mendaftarkan gugatan perceraian Tengku Dewi dan Andrew Andika ke Pengadilan Agama Cibinong, Jawa Barat mengatakan perempuan kelahiran Medan, 16 Januari 1988 itu sudah siap melahirkan tanpa didampingi suami.

“Psikologis pun dia lebih siap ketika melakukan proses kelahiran tanpa ada gangguan dari pihak manapun juga,” lanjut Minola.

Dampak stres pada ibu hamil picu kelahiran prematur

Andrew Andika, Tengku Dewi dan anaknya, Eshan Rayn Fischer (Instagram/andrewandika_)
Andrew Andika, Tengku Dewi dan anaknya, Eshan Rayn Fischer (Instagram/andrewandika_)

Lantaran fisik perempuan berubah drastis selama hamil, maka hormon ibu hamil cenderung labil sehingga emosi cenderung naik turun. Dalam kondisi yang rentan ini, apabila ibu hamil mengalami stres maka akan memperburuk kondisinya.

Melansir Healthline, Rabu (29/5/2024) stres bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan tertentu. Dalam kondisi normal tanpa gangguan tekanan masalah keluarga, ibu hamil berisiko stres karena mengalami ketakutan pada keguguran, takut persalinan saat melahirkan, fisik tidak nyaman karena mual, lelah hingga perubahan suasana hati.

Saat ibu hamil bertengkar dengan pasangan maka akan membuat detak jantungnya meningkat drastis dan biasanya tidak berefek panjang pada bayi. Tapi jika ibu hamil mengalami stres kronis yang sulit dihilangkan, maka ia berisiko mengalami komplikasi kehamilan seperti kelahiran bayi prematur hingga peluang persalinan yang rendah.

Baca Juga: Andrew Andika Syok saat Tahu Perselingkuhannya Dikuliti Tengku Dewi

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu. Penyebab kelahiran prematur adalah adanya kontraksi atau tekanan berlebih yang memicu leher rahim terbuka dan menyebabkan janin masuk ke jalan lahir.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI