Bisnis lain yang berada dalam pusaran MRA Group adalah PT Harum Rahayu Citra (Hard Rock Cafe Jakarta), PT Harapan Rahayu Citra (Hard Rock Cafe Bali), PT Rahayu Arumdhanu Internasional (Häagen Dazs) hingga PT Pawon Wangi Restorindo (The Cloud).
5. Ritel

Di bawah pimpinannya, Indra juga menjadi penerus dalam memegang lisensi brand asal Italia Bvlgari. Ada juga Atmos Indonesia, toko retail sneakers dan streetwear ternama asal Jepang yang berbasis di Tokyo yang didirikan pada 2020 lalu. MRA Group pun menjadi distributor dari Bang & Olufsen (B&O).
6. Properti dan Hotel
Indra juga punya jaringan bisnis Hard Rock, bisnis hotel mewah Bvlgari Resort Bali.
7. Pameran Seni
MRA Group juga berfokus pada bisnis pameran seni melalui Art Jakarta.
8. Otomotif
Melalui anak perusahaan PT Mitra Bisnis, MRA Group menjadi agen pemegang merek (APM). MRA juga memiliki anak perusahaan PT GFSI yang beroperasi dari pusat modifikasi dan perakitan di Jakarta. Perusahaan ini juga melayani modifikasi dan servis serta memasok suku cadang asli untuk kendaraan pertambangan.
Baca Juga: Siapa Ibnu Sutowo, Kakek Mertua Dian Sastrowardoyo yang Disebut Berseteru dengan Bung Hatta