Suara.com - Masalah rumah tangga Amy BMJ dan Aden Wong yang turut melibatkan Tisya Erni tak henti menjadi sorotan. Apalagi karena Aden meminta pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menjadi kuasa hukumnya.
Kini ganti pengacara Kamaruddin Simanjuntak lah yang angkat bicara. Dilihat di tayangan Intens Investigasi, Kamaruddin menegaskan bahwa kantornya selalu terbuka untuk membantu siapapun yang bermasalah dengan hukum.
“Kantor kita boleh dikatakan 24 jam terbuka. Kalau Amy BMJ mau datang ke kantor kita, silakan-silakan saja. Tapi siapapun kuasa hukumnya, adalah tidak baik seperti itu, tidak baik mengadu domba mereka,” ungkap Kamaruddin yang diduga sekaligus menyentil sikap Hotman, dikutip dari akun Instagram @lambe__danu, Sabtu (23/3/2024).
![Amy BMJ didampingi kuasa hukumnya, Canra Sinambela dan Rezza Adityananda Pramono usai menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan zina Aden Wong dan Tisya Erni di Polda Metro Jaya, Selasa (19/3/2024) [Suara.com/Tiara Rosana].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/03/19/50510-amy-bmj.jpg)
Kamaruddin mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum, sehingga sebaiknya diselesaikan dengan cara yang berlaku. “Dibawa ke pengadilan, kalau perdata. Diselesaikan ke ranah kepolisian kalau memang ada dugaan tindak pidana,” ujar Kamaruddin.
Dipantau di kolom komentar, banyak yang mendukung langkah Kamaruddin yang sudah siap membantu Amy. Jika terlaksana, maka berarti Kamaruddin akan berhadapan dengan Hotman yang mewakili pihak Aden.
Lantas seperti apa perbedaan riwayat pendidikan kedua pengacara papan atas tersebut?
Riwayat Pendidikan Kamaruddin Simanjuntak

Pengacara bernama lengkap Kamaruddin Hendra Simanjuntak itu memiliki dua gelar di belakang namanya, yakni Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.).
Kamaruddin menghabiskan masa kecil dan remajanya di Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Kamaruddin diriwayatkan lulus dari SMA Negeri 1 Siborongborong pada tahun 1992, kemudian memutuskan untuk merantau ke Jakarta setelahnya.
Kamaruddin bekerja serabutan demi menyambung hidup, termasuk menjadi customer service di sebuah restoran pada tahun 1993. Setelahnya Kamaruddin juga mencoba membangun bisnis kecil-kecilan, tetapi berujung tumbang.