Kahiyang Ayu Dinobatkan Jadi Tokoh Nasional, Jhon Sitorus Skakmat Putri Jokowi: Karyanya Apa?

Ruth Meliana Suara.Com
Senin, 18 Maret 2024 | 09:36 WIB
Kahiyang Ayu Dinobatkan Jadi Tokoh Nasional, Jhon Sitorus Skakmat Putri Jokowi: Karyanya Apa?
Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu. (Instagram/@ayanggkahiyang)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu resmi dinobatkan sebagai Tokoh Nasional Padang Sidempuan. Ia menyusul sang suami, Bobby Nasution yang sebelumnya juga telah dikukuhkan sebagai Tokoh Nasional Tapanuli Bagian Selatan.

Namun, penobatan Kahiyang Ayu sebagai tokoh nasional ini langsung memicu kontroversi. Salah satu kritikan tajam datang dari pegiat media sosial Jhon Sitorus.

Jhon Sitorus mempertanyakan apa karya dan gagasan yang disumbangkan adik Gibran Rakabuming Raka itu, sehingga pantas dijadikan tokoh nasional.

"(Kahiyang Ayu) tanpa rekam jejak partisipasi, tanpa karya, tanpa kontribusi, tanpa ide, pikiran dan gagasan, tiba-tiba bisa jadi tokoh nasional," kritik Jhon Sitorus dalam cuitannya seperti dikutip Suara.com, Senin (18/3/2024)

"Pikirannya apa? Gagasannya apa? Karyanya apa? Pengaruhnya (Kahiyang) selama hidup atas dirinya sendiri apa? Gak ada yang tahu," sambungnya.

Menurutnya, sosok yang pantas dikukuhkan sebagai tokoh nasional adalah mereka yang sudah memberikan pengabdian dan pemikiran cemerlang selama puluhan tahun.

"Dulu gelar tokoh nasional umumnya didapatkan setelah pengabdian berpuluh-puluh tahun, pemikiran yang cemerlang dan berpengaruh pada peradaban," jelasnya.

Jhon Sitorus pun menyayangkan proses pemberian gelar tokoh nasional yang terlalu mudah saat ini.

"Sekarang gelar tokoh nasional bisa didapat dengan mudah tanpa proses yang panjang dan kontribusi nyata yang konsisten," lanjut Jhon Sitorus.

Baca Juga: Mahfud MD: Pak Jokowi Itu Ibadahnya Terjaga, Kalau Waktunya Salat, Dia Salat

Terakhir, Jhon Sitorus hanya bisa berharap agar Kahiyang Ayu bisa berkontribusi nyata usai diberi gelar tokoh nasional. Ia juga menyindir siapa sosok yang kelak akan dijadikan tokoh nasional lagi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI